Polisi Siap Tangkap Pelaku Pengeroyokan Terhadap Mantan Ketua GEMMA Arjun Bria

Kabar-malaka.comPolsek Weliman siap mengusut tuntaskan kasus Pengeroyokan terhadap Mantan Ketua GEMMA, Kondradus Yohanes Bria.

Kendati demikian disampaikan oleh Kapolsek Weliman Toni, Melalui Kanit Karel Maximus Penu, kepada media kabar-malaka.com, usai mengambil keterangan saksi di ruang kerjanya, Kamis (19/10/2023).

Karel Maximus Penu mengungkapkan, awalnya mereka di hubungi masyarakat setempat bahwa ada kasus pemukulan atau pengeroyokan di pasar Bestaek.

Kata Karel, Usai mendengar laporan kejadian itu dari masyarakat, Pihaknya bersama rekan polisi lari ke lokasi kejadian.

“Kami dengan informasi di masyarakat, mereka telfon kami dan kami pun langsung bergegas ke TKP, sesudah kami sampai, korban sudah tidak ada di lokasi karena diantar oleh saksi dan keluarga ke Puskesmas Weoe,” Ujarnya.

Setelah itu, kata karel, pihaknya langsung bergegas ke puskesmas weoe untuk memastikan keadaan korban dan kejadian tersebut.

Baca Juga :  BKH: Kebebasan Pers dan Wartawan Harus Dikawal Agar Dapat Mengkritisi Kekuasan

“Saat itu kami langsung ke puskesmas untuk memastikan keadaan Arjun dan kejadian itu. Ternyata setelah kami lihat benar korban terluka di kepala,” Terangnya.

Kata Karel, pihaknya bertemu korban setelah mereka sampai di puskesmas weoe.

“Kami bertemu korban dalam keadaan masih berdarah-darah. Setelah itu saya introgasi secara lisan, korban pun mengungkapkan bahwa dirinya dikeroyok di pasar tradisional Bestaek. Ketika kami tanya siapa pelakunya, korban hanya mengenal satu pelaku namanya fahik Adi,” Katanya.

Karel pun kemudian membawa satu pelaku atas nama Fahik Adi ke polsek Weliman untuk diamankan.

“Ya sudah kami bawa satu pelaku itu. Kemudian sesuai hasil introgasi kita menemukan lagi empat orang pelaku sesuai pengakuan pelaku Fahik Adi,” katanya.

Baca Juga :  Surat Tulis Tangan Ferdy Sambo Penuh Penyesalan

Karel menerangkan bahwa Dari lima (5) pelaku tersebut sudah mereka sampaikan ke pihak polres malaka dan buser untuk bantu eksekusi.

Karel ketika ditanya media, dirinya mengungkapkan bahwa nama-nama pelaku biar disebutkan samaran saja.

“Dari lima (5) pelaku itu yakni Fahik Adi, Mali, Alben, kisor dan Alan,” ucapnya.

Karel pun membenarkan kronologisnya bahwa pengeroyokan itu terjadi pada hari rabu pagi sekitar pukul 07:30 WITA.

Karena itu, kata karel, bahwa pihaknya akan mengusut tuntas para pelaku pengeroyokan tersebut untuk pertanggungjawaban apa yang mereka lakukan kepada Arjun.

“Kita sudah memberikan himbauan ke pihak pelaku, tetapi hari ini mereka belum datang menyerahkan diri. Hari ini mereka tidak serahkan diri, jika besok belum juga maka kita akan dengan paksa menjemput para pelaku,” tegasnya.

Baca Juga :  2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

Diulanginya, bahwa kasus pengeroyokan ini sudah mereka naikan ke Polres Malaka dan Buser untuk dieksekusi penangkapannya.

“Jika mereka tidak serahkan diri, kita dengan paksa akan jemput atau menangkap mereka,” Pungkasnya.

Sementara itu, saksi atas nama  Edwin Bria menerangkan bahwa Korban saat itu di atas motor dan dirinya dipukuli dari belakang.

“Nyadu Arjun di atas motor, mereka pukul dari belakang pakai double stick, dan kena di kepalanya hingga terluka dan berlumur darah. Saat itu Arjun masih sempat tangkis, kemudian mereka empat orang lari datang ikut keroyok arjun hingga terjatuh, habis itu warga datang kasi pisah dan antar ke puskesmas weoe,” Tandas Saksi.

Redaksi://Arro