Daerah  

Ketua LSM LPPDM Sebut Wakil Bupati Kim Taolin Dinilai Langgar Sumpah dan Janji Dibawah Kitab Suci! Pemuda; Jangan Pilih Pemimpin Yang Malas Berkantor

Kabar-malaka.com – Diduga Kim Taolin Melanggara Sumpah dan janji di bawah kitab suci di pasca pelantikan dirinya sebagai Wakil Bupati Malaka untuk menjalankan tugasnya sebagai Wakil Kepala Daerah.

Ucapan Sumpah dan Janji di bawah kitab suci oleh Kim Taolin itu berlangsung di Aula Eltari Kupang-NTT beberapa Tahun lalu.

Namun Kim Taolin dinilai dan diduga akhir-akhir ini malas masuk kantor dan tidak menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik melayani rakyat Kabupaten Malaka.

Kendati demikian disampaikan Ketua LSM LPPDM (Lembaga Pengkaji Peneliti Demokrasi Masyarakat), Marsel Ahang, S.H melalui rilis tertulisnya yang dilansir dari media Korantimor.com pada Rabu, 05 Juni 2024.

“Waktu dilantik Ia (Kim Taolin, red) bersumpah atau berjanji di bawa Kitab Suci untuk jalankan kewajibannya selaku Wakil Kepala Daerah Kabupaten Malaka dengan sebaik-baiknya. Kalau hari ini Ia malas masuk kantor dan malas kerja itu artinya Ia melanggar  sumpah atau janjinya. Kita minta Mendagri Tiro Karnavian tegur, bila perlu copot saja atau berhentikan dari jabatan,” tegas Marsel Ahang.

Baca Juga :  Rehab Rujab Bupati Malaka Rp 2,1 Milyar Berdasarkan Kontrak Proyek

Menurut Ahang, sikap Kim Taolin yang (diduga) meninggalkan tugasnya selaku Wakil Bupati Malaka merupakan bentuk pelanggaran terhadap sumpah/janji jabatan seorang Kepala Daerah atau Wakil Kepala Daerah, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah.

“Bagian Paragraph 4  UU tersebut, khususnya Pasal 76 poin ‘j’ Larangan Bagi Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah ditulis jelas, bahwa Kepala Daerah atau Wakil Kepala Daerah dilarang untuk meninggalkan tugas dan wilayah kerja lebih dari 7 (tujuh) hari berturut-turut atau tidak berturut-turut dalam waktu 1 (satu) bulan tanpa izin Menteri untuk gubernur dan wakil gubernur serta tanpa izin gubernur untuk bupati dan wakil bupati atau wali kota dan wakil wali kota,” jelasnya.

Baca Juga :  Mantan PPO PMKRI Anggap Masalah Bupati dan Wabup Malaka Sebuah Miskomunikasi

Sementara itu salah satu pemuda asal Malaka yang tak ingin namanya disebutkan disini, melalui rilisannya kepada media 7 Juni 2024 menjelaskankan, seorang pemimpin harus terus berkantor tekecuali hari sabtu dan minggu.

“Hari sabtu dan minggu itu hari libur, dimana semua aktivitas dilibatkan. Tuhan berikan kita 5 hari bekerja, sehari istirahat dan hari minggu ke gereja,” Ujarnya.

Menurutnya, seorang pemimpin harus meniru Gaya Bupati Malaka Dr. Simon Nahak, S.H., M.H yang selalu stay di kantor.

“Gaya beliau perlu ditiru, karena sikap beliau menunjukan sebagaimana menjadi pemimpin yang sesungguhnya. Selain kesibukannya urus malaka, dirinya tak lupa untuk selalu berkunjung ke masyarakat,” Tandasnya.

Dikatakannya, seorang pemimpin tidak boleh duduk manis.Tapi harus berkantor dan sering turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi masysrakat, bertemu langsung dan tahu persis apa yang diinginkan masyarakat.

“Pemimpin itu tidak boleh duduk di rumah dan menunggu momen politik. Tapi harus rajin berkantor dan sering  mengunjungi masyarakat. Ya, belum tentu juga kita bisa menuntaskan seluruhnya. Tetapi terpenting, kita harus punya niat baik dan berupaya menyelesaikan sepenuh hati,” kata pemuda asal malaka ini.

Baca Juga :  Rumah Seorang Ibu di Dusun Sukabilaran A Desa Fafoe-Malaka Dilalap si Jago Merah

Dikatakannya, bagaimana seorang wakil kepala Daerah tidak berkantor, hal seperti itu tidak boleh dicontohkan, dan sesuai pemberitaan awal bahwa beliau sudah kembali berkantor.

“Selama ini dimana tidak berkantor? Toh, setelah disorot media baru sadar dan kembali berkantor. Sikap dan tingkah pemimpin seperti ini tidak boleh ditiru. Apa lagi sekarang sebagai Bakal Calon Bupati Malaka. Harapan kita masyarakat perlu menilai dan memilih pemimpin yang Rajin dalam bentuk apapun, jangan pilih pemimpin yang malas berkantor,” Pungkasnya.

Terpantau, melalui informasi yang diterima media pada Jumat, 7 Juni 2024, Wakil Bupayi Malaka, Kim Taolin Sudah kembali Berkantor setelah disorot media. (Red)