Hukum  

Kasus Korupsi Pengadaan Benih Bawang Merah Kembali Trending di Malaka

Kabar-malaka.comKasus korupsi pengadaan bawang merah yang merugikan keuangan negara kurang lebih sebesar Rp 3,9 milyar di Kabupaten Malaka kembali menjadi trending di Masyarakat dan Publik.

Kendati demikian disampaikan oleh Jefri saat berdiskusi bersama media ini, minggu 27 Mei 2024 malam di Kabupaten Malaka sekira pada pukul 10;00 WITA.

Ia menjelaskan bahwa korupsi memang terjadi dan dilakukan oleh aparat pemerintah di tempat lain, namun di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), banyak orang-orang yang lebih nekat dan vulgar.

“Beberapa jam yang lalu sudah ada berita kasus lama seperti bawang merah yang dalam proses saat ini sudah muncul kembali dan menjadi topik hangat di masyarakat malaka dan publik,” Ujarnya.

Kasus tersebut, menurut Jefri menjadi kasus yang memiliki trending yang cukup menjangkau publik, terlebih di Kabupaten Malaka.

Kasus ini sudah mulai muncul dengan lanjutan tahap II yang dibuka oleh KPK,” ujar Jefri sembari mengungkapkan bahwa kasus tersebut menjadi pengaruh besar bagi pandangan masyarakat di Malaka.

Baca Juga :  Sadis! Usai Minum Minuman Keras, Pemuda di Kupang Tikam Temannya Hingga Tewas

Dikatakannya, kasus Korupsi Bawang merah itu cukup banyak menelan kerugian uang negara sebanyak sekitar 3,9 miliar.

Karena itu kata Jefri, jika melihat pada kasus tersebut sudah dan atau telah telah menyeret empat aparat sipil negara (ASN) masing-masing AKA, AAK, YKB dan MB ke penjara.

“Beberapa orang kecil seperti ASN ini sungguh sangat Malang nasib mereka, sedangkan aktor intelektual di balik kasus tersebut belum diketahui hingga hari ini,” Jelasnya.

Mengutip pada pernyataan Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAKSI) meminta yang Aparat Penegak Hukum (APH), khususya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk selain mentapkan beberapa orang tersangka, juga menangkap aktor Intelektual dibalik kasus dugaan korupsi proyek benih Bawang Merah Malaka tahun 2022 lalu.

“Nah, dorongan Araksi itu sangat benar agar tersangka ini jangan hanya orang-orang kecil, tetapi aktor intelektual dibalik proyek bawang merah Malaka juga harus ditangkap,” Katanya.

Baca Juga :  Tolak Bertemu Wartawan, Kajati NTT Bertemu Para Tersangka Kasus Kredit Fiktif Bank NTT Waingapu Rp 2,6 Milyar

Ia menilai, bahwa Kasus yang kembali di Buka KPK untuk tahap II ini bisa memungkinkan pihak KPK untuk terus mengusut hingga tuntas.

“Kasus ini terjadi di masa kepemimpinan Mantan Bupati Malaka SBS yang hari ini kembali muncul menjadi Bakal Calon Bupati Malaka. Nah, jika KPK terus mengejar hingga aktor intelektual di balik kasus ini, tentunya dengan kemungkinan besar akan mengarah sampai masa kepemimpinan saat itu,” Tuturnya.

Karena itu kata Jefri, seperti apa peran aktor intelektual dibalik kasus benih bawang merah yang dinilai merugikan uang negara tersebut, berharap bisa diungkapkan oleh pihak KPK.

Kasus korupsi tersebut sudah terlampir jelas. Karena itu menurut Jefri berdasarkan surat yang dikeluarkan KPK tertanggal 19 September 2022, dalam perihal laporan pertama hasil penyelidikan dan penyidikan bernomor Dik.1431 sudah melakukan segala upaya sesuai mekanismenya dan berhasil menemukan barang buktinya.

Baca Juga :  Lagi-Lagi Melkianus CS Menang Sidang Sengketa Tanah di Tiga Tingkat Peradilan

“Dan hasi penyelidikan dan penyidikan itu tidak bisa diganggu gugat karena bukti itu jelas. Sehingga beberapa orang yang berperan dalam kasus tersebut yang sudah diseret ke penjara saat itu,” tandas Jefri.

Dalam surat tersebut kata jefri, bahwa dalam Pasal 1 Poin 4 menyatakan hasil yang diperoleh penyidik KPK kemungkinan akan mengarah ke masa kepemimpinan SBS.

“Berdasarkan hasil yang diperoleh KPK serta tindak lanjut dari penyidikan, KPK Mendapati bahwa adanya kemungkinan besar keterlibatan Forkopinda/Kepala Daerah dan/atau Bupati Kabupaten Malaka periode 2016-2021 dalam dugaan kasus korupsi pengadaan benih bawang merah di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur,” Jelas Jefri kembali mengutip tulisan yang tertera di surat laporan pertama hasil penyelidikan dan penyidikan yang bernomor Dik.1431.

Kasus ini sangat seksi, dan seperti apa proses selanjutnya, kita menanti di hasil penyelidikan dan peyidikan KPK. (AB/Red)