Jadi Narasumber di Rakernas PDI Perjuangan, Bupati Simon Nahak Paparkan Sektor Pertanian di Malaka

Foto://Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H., M.H., Paparkan Sektor Pertanian Kabupaten Malaka di Pameran Rakernas IV PDI Perjuangan (Pameran Pangan Plus 2023) di Jakarta EXPO Kemayoran, Jakarta Pusat.

Kabar-malaka.comBupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H., M.H Promosikan hasil pangan Kabupaten Malaka di Rakernas PDI Perjuangan yang diselenggarakan di Jakarta Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Minggu, (1/10/2023).

Hadir sebagai narasumber di Rakernas Pangan Plus 2023 yang diselenggarakan oleh PDI Perjuangan, Bupati Malaka Tampil dengan penuh percaya diri.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Malaka yang memiliki nama sebutan Simon Nahak ini mengungkapkan, Bahwa nama malaka itu bukan hanya dimiliki oleh Malaisya, tapi Indonesia juga miliki Nama malaka Yang Perbatasan langsung dengan dua negara.

Malaka itu tempatnya strategis, nama Malaka itu hanya dimiliki oleh Malaisya, tapi sekarang Indonesia juga sudah punya Malaka yang Batas langsung dengan Timor Leste dan Australia,” Katanya.

Atas ungkapan Bupati Malaka tersebut, Para pengunjung dan peserta Rakernas PDI Perjuangan membalas dengan seruan tepukan tangan yang menggemparkan Aula Jakarta Expo.

Baca Juga :  Setara Institute Kritik Jokowi Lebih Sibuk Berpolitik Praktis

Bupati malaka pun memaparkan bahwa Kabupaten Malaka memiliki hasil Bumi yang melimpah karena kesuburan tanahnya.

Malaka berlimpah hasil pangan dan malaka tanahnya subur, jadi bisa tanam Ubi Kayu, Padi, Pisang, Kacang Tanah, Kacang Hijau, dan lainnya,” Jelas SN.

Kata Simon Nahak, atas kelimpahan itu, dirinya berpikir untuk mencetuskan Program Swasembada pangan dan melahirkan Brand Beras Nona Malaka dan Fore Lakateu (Kacang Hijau).

“Di malaka kita mencetuskan Brand Beras Nona Malaka dan Fore Lakateu. Itu dari hasil Olahan Para petani di malaka dan Malaka kaya akan hasil Pangannya,” Ujarnya.

Bupati Malaka memaparkan, bahwa Swasembada pangan yang terdapat beberapa komuditi yang diolah oleh para petani di malaka.

Baca Juga :  KETUM Pertina NTT Ajak Masyarakat Janji Jaga dan Pertahankan Bupati Malaka 2 Periode

“Kita di malaka punya Ubi, Kacang, Padi, Pisang dan jagung yang menjadi hasil pertanian Kabupaten Malaka dan kita memiliki empat potensi besar yang dikembangkan seperti pertanian, perikanan dan kelautan, dan juga peternakan,” Bebernya.

Selain itu kata Bupati Simon Nahak, bahwa dalam sektor pertanian Kabupaten Malaka punya Brand Beras Nonan Malaka dan Fore Lakateu.

“Kenapa harus nona Malaka? Karena secara filosofis, Kabupaten Malaka menganut sistem perkawinan Matrilineal,” Jelasnya.

Dikatakannya, dalam Program SAKTI ada Swasembada Pangan, sehingga Pemda Malaka fokus di ketahanan pangan termasuk produk-produk pertanian lainnya.

“Brand Beras Nona Malaka dan Fore Lakateu ini muncul dari Potensi Pangan di Malaka. Sehingga kita perhatikan karena titik fokus kitadi pertanian. Maka kita memiliki Btand tersendiri,” Ujarnya.

Baca Juga :  Romo Hadiwijoyo Pendiri THS-THM Meninggal Dunia, Ini Kisah nya!

Ia menjelaskan bahawa bermula dari adanya Brand Beras Nona malaka, Pemerintah mulai membeli Gabah dari petani sawah dengan jangkauan harga lebih tinggi.

“Sebelumnya harga Gabah 3.500rb, tapi Kita dari pemerintah Malaka membeli dengan harga 5.500rb, agar ada keuntungan bagi para petani malaka, dan petani senang, dan semangat bekerja lebih keras dalam memproduksi hasil pertanian sawah,” Papar Simon Nahak.

Lebih lanjut, Kata Simon Nahak, terkait kekurangan produk Beras Nona Malaka yang berkaitan dengan Pupuk, asisten, tenaga PPL dan tim pendamping.

“Tujuan kita dari program SAKTI ini bisa mensejahterakan Masyarakat Kabupaten Malaka di berbagai Sektor,” Pungkasnya.

Besar harapan Bupati Malaka, Apa yang paparkan ini bisa lebih lanjut di atensi oleh Kementerian Pertanian.

Redaksi://Arro