Bupati Simon Nahak Anak Petani Pencetus Brand Nona Malaka dan Fore Lakateu Di Malaka

Foto://Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H., M.H, Julukan Bapak Pembangunan Yang Mencetuskan Dua Merk di Kabupaten Malaka.

Kabar-malaka.com – Dr. Simon Nahak, S.H., M.H adalah Bupati Malaka yang menjabat pada periode 2021-2024 yang menciptakan program baru dari hasil Bumi Malaka, yakni Brand Nona Malaka dan Fore Lakateu.

Simon Nahak yang berlatar belakang anak petani ini memberanikan diri untuk mengaplikasikan buah pemikirannya tentang Brand Nona Malaka dan Fore Lakateu.

Simon Nahak disebut-sebut sebagai seorang pria yang cerdas dengan berbagai torehan prestasi.

Simon Nahak mulai mengawali karirnya dengan berbagai asisten dosen sejak semester IV di Universitas Warmadewa, Denpasar. Setelah itu Simon Nahak mengabdikan diri sebagai dosen di sana.

Tak hanya itu, Simon Nahak juga pernah terjun ke dunia advokat untuk mengasah kemampuannya.

Bahkan diketahui bahwa Simon Nahak juga pernah menangani berbagai kasus hingga ke luar negeri.

Siapa sangka, pria kelahiran Belu NTT itu dulunya adalah anak dari seorang petani tembakau. Tentunya suka dan duka telah ia lalui dalam menjalani perjalanannya.

Dibesarkan oleh seorang petani tembakau, Simon Nahak mengaku bahwa masa lalunya dulu sangat berat.

Baca Juga :  Awan Hitam Membiru Dengan Cahaya, Bupati Simon Lakukan Peletakan Batu Pertama Puspen Kabupaten Malaka

Itulah sebabnya ia selalu berjuang agar ia dan keluarganya memiliki kehidupan ekonomi yang lebih baik lagi.

Segala hal ia lakukan, termasuk mengabdikan diri pada tanah NTT dengan menjadi Bupati Malaka, tentunya sosoknya tak pernah terhindar dari sorotan media lokal.

Anak Petani yang memiliki Nama lengkap Dr. Simon Nahak, S.H., M.H. ini (lahir 13 Juni 1964) adalah Bupati Malaka periode 2021–2024. Ia menjabat sejak 26 April 2021 setelah dilantik Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Laiskodat di Aula El Tari, Kupang.

Dengan peresmian dirinya sebagai Bupati Malaka, Simon Nahak kemudian mengaplikasikan buah hasil pemikirannya tentang Brand Nona Malaka dan Fore Lakateu yang adalah salah satu Program SAKTI.

Dr. Simon Nahak, S.H., M.H kemudian mempromosikan pertanian Kabupaten Malaka melalui Swasembadapangan dari hasil pemikirannya.

Terkait merk dua komoditi yang adalah hasil buah pemikiran Simon Nahak itu dipegang pihak ketiga yakni UD Moris Diak dan UD Soka Rai Laka.

Baca Juga :  Berdayakan Petani, Kades Julukan Tarzan Ini Berikan Bantuan Alat Pertanian Kepada Warga

Tujuan membutuhkan pihak ketiga dengan produksi komoditi harus punya merek, Sehingga jangan salah dipahami, Pemerintah tentunya menjalin kerja sama dengan pihak swasta dengan prinsip tidak merugikan masyarakatnya.

Hasil buah pemikiran Simon Nahak terus ditingkatkan melalui swasembadapangan yang diprogramkan karena potensi pertanian di Kabupaten Malaka cukup melimpah, hanya bagaimana untuk kita rajin mengolah lahan-lahan yang ada.

Tak sangka-sangka hasil pemikiran seorang anak Petani akhirnya dirasakan Masyarakat Kabupaten Malaka.

Produksi Fore Lakateu, Hasil Pemikiran Simon Nahak ini dilakukan 41 kelompok tani (Poktan) yang tersebar di 2 wilayah kecamatan dengan keanggotaannya berjumlah 874 orang yang mengolah lahan seluas 250 hektar. Target panen 250 hektar, dengan realisasi panen 143, 25 hektar. Panen masih berlangsung hingga akhir Oktober.

Sesuai data yang dibeberkan Kepala Dinas pertanian, Program Swasembadapangan SNKT yakni Penimbangan Gabah MT. 1 2022-2023 dan data Sebaran Luas Lahan Kegiatan Swasembada Pangan Komoditi Padi Sawah Musim Tanam 1 (Oktober-Maret) TA. 2023.
Ternyata masyarakat sudah menikmati miliyaran rupiah dari hasil timbang gabah.

Baca Juga :  Menjelang Perhelatan Pilkades di Kabupaten Malaka, Bupati Simon Buka Suara

Tak heran lagi sosok Simon Nahak sorang anak petani ini mencetuskan dua Brand tersebut, sebab latar belakangnya sebagai petani tentu tahu banyak hala bagaimana cara mamfaatkan Lahan pertanian di malaka untuk mengolahnya hingga membuahkan hasil.

Selain Mencetuskan dua Brand tersebut, Simon Nahak juga layak di sebut sebagai Bapak Pembangunan, kendati demikian disampaikan oleh dua tokoh penting dalam politik dan institusi yakni, Anggota DPR RI, Ansy Lema dan Kapolres Malaka, Rudi.

Simon Nahak layak disebutkan sebagai Bapak Pembangunan karena dimasa Jayanya sebagai pimpinan wilayah saat ini telah memerangi Kabupaten Malaka, tempat asalnya.

Simon Nahak mulai membangun dari Lampu Lalu Lintas, Lampu Jalan, Seni Budaya dan Olahraga, Pembangunan Puspen, Rujab Bupati dan Wakil Bupati Malaka dan infrastruktur jalan, adat Istiadat dan Swasembadapangan.

Redaksi://Arro