Opini  

MENINGKATKAN HUBUNGAN SOSIAL ATAU RELASI

Hilarius Minggu, Mahasiswa Universitas Katolik Weetabula, Program Studi Pendidikan Fisika.

Oleh Hilarius Minggu, Mahasiswa Universitas Katolik Weetabula, Program Studi Pendidikan Fisika.

OPINI- Hubungan sosial sebenarnya sangat sering terjadi karena semua manusia melakukannya setiap saat setiap waktu dengan orang lain. Begitu juga dengan kamu, sama seperti semua orang, kamu juga pasti memiliki banyak hubungan sosial dengan banyak orang di luar sana. Baik itu, mereka yang dekat dan sudah mengenal kamu selama puluhan tahun atau orang-orang yang baru kamu temui sekali dalam hidupmu.

Namun, meski semua manusia melakukan hubungan sosial, sayangnya hanya sedikit yang benar-benar menyadarinya. Banyak dari kita juga tidak mengetahui makna dan pengertian dari hubungan sosial itu sendiri.

Secara umum, hubungan sosial adalah interaksi sosial antara seseorang dengan orang lain, baik itu satu atau puluhan orang untuk saling memberikan informasi dan saling mempengaruhi satu sama lain.

Sayangnya, meski semua orang melakukan hubungan sosial, tetapi tidak semuanya bertahan lama. Beberapa orang memang bisa mempertahankan hubungan sosialnya dengan orang lain dalam jangka waktu sangat lama, bahkan seumur hidupnya. Namun, tidak semua orang mampu memiliki hubungan sosial bisa berlangsung selama itu.

Banyak orang di luar sana juga kesulitan untuk mempertahankan hubungan sosial dengan orang-orang. Biasanya, hal ini disebabkan karena sifat atau perilaku mereka yang buruk, sehingga membuat orang lain merasa tidak nyaman dan akhirnya memutuskan untuk menjauh.

Namun, tidak semua hubungan sosial yang berlangsung singkat juga disebabkan oleh konflik. Ada juga hubungan sosial yang memang hanya berumur singkat karena kita tidak lagi bertemu dengan mereka. Bagaimanapun, dari banyaknya orang yang kita temukan, banyak diantaranya menghilang dan kembali menjadi orang asing setelah pertemuan pertama. Apakah kamu termasuk salah satu dari orang tersebut?

Hubungan Sosial Menurut Para Ahli

Adapun definisi ahli, mengenai pengertian hubungan sosial antara lain adalah sebagai berikut;

Baca Juga :  Kuliah Daring Ternyata Berdampak Stres Bagi Mahasiswa

1. Gilin dan Gilin

Pengertian hubungan sosial adalah hubungan timbal balik dalam masyarakat yang bersifat dinamis bukan setatis, hubungan ini memiliki pola tertentu sebagai kesempatan untuk hidup bersama dalam masyarakat. Dalam hubungan sosial ia menambah bisa dilakukan antar individu atau dilakukan antar kelompok.

2. Maryati dan Suryati

Definisi hubungan sosial adalah proses terjadinya kontak sosial di masyarakat sehingga menciptakan timbal balik yang terakumulasi melalui serangkaian respons dalam bentuk tindakan pada satu bentuk kelompok sosial ke kelompok lainnya, atau dari invidu satu ke individu yang berbeda.

Ciri-Ciri dari Hubungan Sosial

1. Dilakukan Oleh Lebih dari Satu Orang

Hubungan sosial biasanya dimulai dari komunikasi. Tanpa adanya komunikasi, sebuah hubungan jenis apapun tidak akan pernah terjadi, termasuk hubungan sosial. Oleh sebab itu, hubungan sosial bisa terjadi jika ada minimal dua orang yang berinteraksi dalam waktu yang sama. Selain dua orang, hubungan sosial juga bisa dilakukan jika ada banyak orang yang melakukan interaksi dalam waktu yang bersamaan. Satu orang akan menjadi pembicara dan satu lagi sebagai pendengar. Ketika dua orang berkomunikasi untuk pertama kalinya, tanpa sadar mereka telah memulai sebuah hubungan sosial. Dalam hal ini, hubungan sosial yang terjadi bisa dalam jangka pendek atau hubungan sosial jangka panjang yang bisa bertahan hingga puluhan tahun ke depan.

2. Memiliki Maksud dan Tujuan yang Jelas

Beberapa orang percaya dengan yang namanya kebetulan. Namun sebenarnya, tidak pernah ada yang namanya kebetulan di dunia ini. Seaneh apapun itu, semua hal yang terjadi pada kita pasti ada tujuannya.Begitu juga, dengan hubungan sosial. Salah satu ciri paling jelas dari hubungan sosial adalah memiliki maksud dan tujuan yang jelas. Ketika kita memulai interaksi dengan seseorang, kita pasti memiliki tujuan tertentu.

Baca Juga :  Membangun Indonesia dan Daerah dari Aspek Kebudayaan

Apalagi di zaman sekarang, dimana manusia cenderung bersikap lebih individualis. Maka dari itu, ketika orang yang biasanya lebih suka sendiri dan tidak mementingkan orang lain, tiba-tiba memulai interaksi, karena dia memiliki tujuan yang ingin dicapainya. Misalnya, ketika seorang murid baru yang belum mengenal siapapun, kemudian mengajak kamu untuk berkenalan. Jadi, dia melakukannya karena memiliki tujuan yang jelas yakni memulai hubungan pertemanan.

3. Terjadinya Komunikasi Langsung

Komunikasi dengan orang lain adalah hal yang mudah dilakukan saat ini. Apalagi dengan adanya internet dan smartphone, maka jangankan berkomunikasi dengan orang terdekat, kamu bahkan bisa berkomunikasi dengan orang yang ada di belahan negara lain dengan mudah.Namun, hubungan sosial tidak bisa dibentuk dengan komunikasi tidak langsung seperti ini. Untuk memulai sebuah hubungan sosial, harus terjadi komunikasi langsung antara dua orang atau lebih dan komunikasi langsung ini baru akan terjadi, jika adanya pertemuan secara langsung.

Faktor Hubungan Sosial

Faktor-faktor yang menjadi dasar proses hubungan sosial dalam masyarakat, antara lain adalah sebagai berikut;

1. Imitasi

Faktor yang mendorong hubungan sosial dalam masyarakat adalah imitasi. Dimana makna imitasi yaitu meniru perilaku dan tindakan pihak lain, atau tindakan yang dilakukan oleh orang lain. Tindakan ini dinilai berhasil dalam wilayah tertentu sehingga mendorong terjadinya tindakan yang sama.

2. Sugesti

Faktor yang mendorong terjadinya hubungan sosial dalam masyarakat lainnya, yaitu sugesti yang berarti sebagai proses yang menjadikan seorang individu menerima suatu cara atau tingkah laku dari orang lain tanpa kritik terlebih dahulu.

Hal ini bisa di dapatkan seseorang atau sekelompok orang dari phak lain yang bertentangan dengan pihak yang berkuasa.

3. Identifikasi

Fakrot lainnya, yang menjadi bagian daripada hubungan sosial adalah identifikasi yang bisa diartikan sebagai kecenderungan dalam diri seseorang atau sekelompok orang untuk menjadi sama dengan orang lain yang ada di wilayah-wilayah tertentu.

Baca Juga :  Aliansi Nissan-Mitsubishi Luncurkan Livina Versi Mungil

4. Simpati

Faktor lainnya yang menjadi bagian daripada hubungan sosial adalah simpati, simpati ini bisa didefinisikan sebagai proses yang menjadikan seseorang atau sekelompok orang untuk merasa tertarik kepada pihak lain, baik yang ada di satu negara atupun berada dalam berbeda negara.

Selain itu setidaknya ada pola yang menjadikan proses terajadinya hubungan sosial, ini antara lain adalah sebagai berikut;

a. Individu dengan individu, yang di dasari pada hubungan sosial secara pribadi.

b. Individu dengan kelompok, biasanya dilakukan dalam kehidupan masyarakat.

c. Kelompok dengan kelompok, yang bisa dilakukan melalui kejasama negara, ataupun dalam konflik sosial budaya dan ras di Indonesia.

Contoh Hubungan Sosial

Sedangkan untuk contoh yang bisa disebutkan dalam hubungan sosial di masyarakat. Antara lain sebagai berikut;

1. Adanya guru yang di Sekolah memberikan mata pelajaran kepada siswa/i di dalam kelas.

2. Tindakan orangtua memberi nasehat kepada anaknya ketika melakukan pelanggaran

3. Adanya kebiasaan berkunjung masyarakat ketika merayakan hari raya idul fitri dengan istilah ngelencer.

4. Adanya kebiasaan mahasiswa yang bergabung di organisasi baik di internal kampus maupun di eksternal kampus.

Adapun kesimpulan yang diberikan pada arti hubungan sosial adalah hubungan timbal balik antara manusia satu dengan yang lain. Hubungan tersebut tentu akan saling memberikan manfaat pada aspek tertentu. Salah satu keuntungan yang akan dirasakan ketika melakukan hubungan sosial adalah memiliki rasa kepedulian sekitar dan merasa ingin selalu tolong menolong satu sama lain.

Sehingga bisa dikatakan bahwa hubungan yang ada dalam masyarakat adalah hal naluriah yang bisa memberikan dampak postif dan negatif. Hubungan ini tercipta karena adanya kontak sosial dan komunikasi sosial sebagai syarat di dalam hubungan sosial yang tebentuk.***