Daerah  

Walau Akui Septic Tank di Desa Webetun Selesai, Prektisi Hukum Minta Kajari Belu Tetap Periksa CV. Hidup Baru

Foto://Kuasa Hukum, Yulianus Bria Nahak, S.H., M.H,.

MALAKA, Kabar-malaka.com – Selain Penetapan tiga tersangka dugaan korupsi pekerjaan pembangunan tangki Septic tank oleh Kajari Belu, Praktisi Hukum, Yulius Bria Nahak, S.H., M.H., minta Kejari Belu untuk periksa direktur CV. Hidup Baru, AB terkait Proyek Septic Tank yang dikerjakan oleh direktur CV. Hidup Baru alias pemilik tokoh UD. Rani Jaya di Desa Webetun DAK 2018.

Hal demikian disampaikan Praktisi Hukum asal Kabupaten Malaka, Yulius Bria Nahak, S.H., M.H., melalui media ini, Senin, (12/3/2023).

Korupsi pekerjaan pembangunan tanki septic individual di Desa Biudukfoho, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka tahun 2018 menyeret tiga (3) tersangka.

Baca Juga :  Menyongsong HUT RI Ke-78., Kades Bersama Masyarakat Rainawe Gandeng Mahasiswa PKM Gelar Kerja Bakti

Ketiga tersangka dugaan korupsi tersebut ditetapkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Belu, NTT beberapa hari lalu.

Tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu yakni LJN, HS, dan CT. Selain itu, Yulius juga meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) belu untuk melakukan pemeriksaan terhadap direktur CV. Hidup Baru berinisial AB selaku pemilik Tokoh UD. Rani Jaya.

Dikatakannya, direktur CV. Hidup Baru telah mengakui bahwa pekerjaannya sudah diselesaikan. Untuk memastikan itu, kejari Belum harus segera melakukan pemeriksaan terhadap AB terkait pekerjaan septic tank melalui DAK tahun 2018 di Desa Webetun Kecamatan Rinhat.

Baca Juga :  Merasakan Kekalahan Manu Ata di Depan Mata, EKS Tim Ring 1 SBS Beralih Ke Manu Meo

“Katanya Proyek Septick Tank yang dikerjakannya sudah selesai. Akan tetapi Coba Pihak Kejari periksa dia,” Pintanya.

Yulianus Bria Nahak, S.H., M.H., dengan serius meminta kepada Ketua Kejaksaan Negeri Belu agar, segera mendalami proyek itu.

“Karena sudah ada tersangka yang di tahan karena pekerjaan septic tank maka hal ini sangat mudah bagi kejaksaan Negeri Belu untuk menelusuri persoalan ini,” Pintanya lagi.

“Kita mendukung upaya kejaksaan Negeri Belu untuk mengungkapkan kasus-kasus korupsi di Kabupaten Malaka,” Sambungnya.

Baca Juga :  Pilkada Malaka 2024, Nama SBS dan Paket KITA-EBA Gugur Dalam Koalisi Nasdem dan PDIP

Dikatakannya, selain penetapan 3 orang tersangka tersebut dirinya berharap agar kejaksaan Negeri Belu dapat menelusuri lagi pekerjaan septic tank di Desa Webetun.

“Ini tugas dan tanggungjawab Kejaksaan Negeri Belu, jika betul betul serius untuk mengungkapkan kasus korupsi tersebut, maka sudah seharusnya semua kasus-kasus septic tank yang diduga mangkrak di kabupaten Malaka harus dibersihkan. Termasuk periksa Direktur CV. Hidup Baru, Pemilik Tokoh UD. Rani Jaya berinisial AB yang mengakui pekerjaannya yang sudah habis itu,” Tegasnya.

Redaksi : Arro