Polsek Insana Dinilai Tak Mampu Tangani Kasus Penganiayaan di TTU

TTU, Kabar-malaka.com – Kasus Penganiayaan terhadap LasariusUsnaat yang ditangani PolsekInsana, KabupatenTimorTengahUtara (TTU) di nilai Lamban.

Bahwasannya, Kasus yang belum digarap oleh PolsekInsana itu tengah dipertanyakan korban.

Kendati demikian disampaikan Korbanpenganiayaan, LasariusUsnaat saat ditemui media ini dikediamannya, pada Rabu (25/01/2023).

LasariusUsnaat (korbanPenganiayaan) membenarkan, bahwa masalah yang menimpa dirinya itu terjadi di kantor Desa Ainiut pada tanggal 15 november 2022 sekitar pukul 11:30 Wita.

Atas kejadian tersebut korban melarikan diri dari kantor Desa menuju kekantor polisi (PolsekInsana) untuk melaporkan kejadian tersebut.

Setelah tiba di PolsekInsana Lasarius dipertemukan dengan penyidikPolsekInsana lalu mereka (polisi) yang menangani kasus tersebut langsung menanyakan kronologis kejadian.

Dalam pemeriksaan, dirinya sudah menerangkan ke Penyidik bahwa Pada tanggal 15 November 2022 diadakan rapat penyelesaian masalah penganiayaan di Kantor Desa Ainiut.

Yang hadir dalam rapat tersebut adalah kepala desa ainiut, Andronikus Roni Lai, bersama perangkatnya dan juga beberapa masyarakat.

Ia menjelaskan, dalam rapat itu dirinya dikasih kesempatan untuk memberikan masukkan. Kesempatan itupun diberikan oleh kepala desa dan ketua BPD sebagai pimpinan rapat.

Baca Juga :  Penasehat Hukum MCS Dampingi Kliennya Dalam Proses Tahap 2 Pelimpahan Barang Bukti dan 8 Tersangka Ke Kejari TTU

“Setelah saya dikasih kesempatan  saya menyampaikan dan memberikan solusi. saat saya memberikan solusi tiba-tiba saya diintrupsi oleh oknum (Orimanhitu) yang juga hadir dalam rapat tersebut. dia (OriManhitu) datang langsung  memukul saya dan dilerai oleh teman-teman, kaget adiknya (OskarManhitu) datang langsung memukul saya, atas kejadian tersebut saya mengalami luka dibagian bibir saya,” Jelas Korban.

Lanjutnya, atas kejadian tersebut dirinya langsung menuju PolsekInsana. Sesampainya di polsek, dirinya langsung buat laporan saat itu, dan yang menerima laporan itu adalah bapak Alber. Dan dirinya di bawah ke kepuskesmas Oelolok untuk melakukan Visum.

Setelah semua usai, dalam tengah kasus tersebut, Kata Lasarius (korban) bahwa, dirinya bersama pelaku penganiayaan dipanggil oleh Penyidik atas nama Didi yang bertugas di PolsekInsana pada Tanggal 6 Desember 2022 lalu.

Saat itu penyidik bertanya kepada korban untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan atau seperti apa?

“Saya ditanya, bagaimana bersedia untuk damai? lalu saya katakan tidak  saya tetap lanjut. Penyidik Didi pun bertanya kepada pelaku bagaimana? pelaku katakan sudah, saya dengar saja mau dimana saya tetap bersedia, jawabannya seperti itu lalu kami disuruh pulang oleh bapak didi,” Ujar Korban meniru kembali pertanyaan dan perkataan pelaku.

Baca Juga :  Sadis! Negara Ini Dilanda Gelombang Serangan Penikaman

Terkait Kasus tersebut sejauh ini belum dilanjutkan oleh PolsekInsan yang kini dipertanyakan kembali oleh korban.

“Saya adalah korbanpenganiayaan di kantor Desa Ainiut, Kabupaten TTU. Kasus yang menimpa saya sejauh ini belum digarap oleh PolsekInsana, ada apa sebenarnya?” Ungkap Korban sembari mempertanyakan kasus yang di tangani pihak keamanan.

Dikatakannya, peristiwa penganiayaan yang dialami dirinya itu telah dilaporkan ke PolsekInsana sudah sejak lama.

“Kasus itu sudah lama saya laporkan ke PolsekInsana, tetapi hingga saat ini belum ada perkembangan dari polsek terkait kasus tersebut,” Katanya.

Karena lambannya kasus tersebut, korban pun menyayangkan Pihak PolsekInsana. Ia mengatakan, seakan pihak keamanan tidak serius menangani kasus penganiayaan yang di lakukan oleh oknum Oskar manhitu (pelaku) terhadap dirinya.

Oknum tersebut dibiarkan berkeliaran di TTU yang kini menjadi pertanyaan. kendala apa yang ditemui pihak Kepolisian dalam penyelidikan shingga belum menetapkan para pelaku menjadi tersangka.

Korban ini kan saya sendiri. Saya mengalami luka di bibir bekas rabekan oknum (Oskar Manhitu), dan menurut saya ini sudah termasuk  penganiayaan berat karena menimbulkan luka- luka  pada bibir saya, seharusnya pelaku ini segera di tahan, bukan hanya di buatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP)saja,” tegasnya.

Baca Juga :  Akibat Aniaya Rekan Guru, Oknum Kepsek SDI Betun Kota Diduga Terjerat Pasal 351 KUHP, Bupati Perintah Kadis P&K Copot

Akibat penganiayaan oleh Oskar Manhitu, korban menderita karena dirabek dengan jari telunjuk kedalam mulutnya.

Lebih lanjut, korban mengungkapkan, dirinya menanti sampai hari ini belum ada kepastian dari polsekInsana. Sehingga dirinya menelpon kepada penyidik untuk pertanyakan kasus tersebut.

“Saya menelpon bapa didi dan mempertanyakan hal tersebut sudah sejauh mana perkembangan kasus saya. Penyidik pun menjawab, kita menanti saja karna kita masih periksa saksi-saksi. terkait pemeriksaan saksi-saksi tersebut pihak kepolisian belum konfirmasi kesaya,” kata Korban meniru kembali kata penyidik.

Dikesempatan yang sama media mencoba konfirmasi ke penyidik di PolsekInsana lewat telepon selulernya 082144xxxxxx, guna mempertanyakan perkembangan kasus Penganiayaan terhadap warga Insana  Lasarius, (korban) di kantor desa Ainiut.

Akan tetapi penyidik mengatakan, “Ya bagaimana adik, saya masih diatas motor nanti bagaimana baru ini,” Singkatnya.

Reporter : Fe
Redaksi  : Arro

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.