Rumah Rehab Ringan Bertolomeus di Desa Naas Yang Dikerjakan Kontraktor CV. DAISULI Asal Jadi

MALAKA, Kabar-Malaka.com – Proyek Rumah Bantuan Seroja dengan kategori Rehab ringan yang di peruntungkan bagi Bertolusmeus Tahu, di Dusun Abat B, Desa Naas, Kecamatan Malaka Barat, Kabubaten Malaka diduga ada pungutan biaya oleh Kontraktor Manek dari CV. DAISULI

Bahwasannya, Kontraktor atas Nama Manek asal kleseleon yang menggunakan CV. DAISULI untuk menangani Rumah Seroja milik Bertolomeus Tahu itu tidak asal jadi.

Terpantau media pada 5 Januari 2023, Rumah Bertolomeus Tahu yang dikerjakan manek dari CV. DAISULI itu tidak sesuai dengan RAB-nya.

Diketahui, Rumah Rehab Ringan Milik penerima Bertolomeus Tahu dengan total anggaran Rp.10.000.000,- itu hanya digunakan Rp.2.100.000 oleh  kontraktor CV. DAISULI.

Baca Juga :  Direktur CV. Bintang Jaya Perkasa ; Bantuan Rumah Seroja di Wederok Bukan Roboh, Tapi di Bongkar Untuk Diperbaiki

Pekerjaan Rumah itu asal jadi, cara pasarnya amburadul dan terkikir seperti jalan rusak. sehingga Kontraktor manek dari CV. DAISULI dinilai tidak ada kualitas kerja dan melakukan pungutan anggaran.

Bertolomeus Tahu selaku penerima bantuan Rumah rehab ringan kepada media ini, Senin, 05 Januari 2023 mengungkapkan, kontraktor yang kerja rumah itu atas nama Manek dengan CV. DAISULI milik Sigit.

“CV. DAISULI itu Sigit punya, kontraktor yang kerja rumah ini namanya manek dari kleseleon,” Katanya.

Dikatakannya, uang 10 Juta itu hanya digunakan Rp.2.100.000-, oleh Kontraktor Manek.

Baca Juga :  PEMDA Malaka Teken MoU Dengan ARAKSI NTT

“Padahal uang itu bilang 10 Juta. Namun dia hanya belanja Chat 1 Warna dengan harga Rp.320.000, Pasir 2 Reit dan Per/Rei 350.000,
Semen 20 sak, Per/Sak 60rb. Dan setelah di kalkulasi semua pembelanjaan material itu, ternyata hanya mencapai Rp.2.100.000, berarti potong 2 Juta untuk tukang, sisanya masih Rp.5.900.000,” Rincihnya.

Lantas, Bertolomeus bertanya kemana sisanya? sedangkan kata Bertolomeus, bahwa dirinya tahu masih ada sisa, sehingga ia minta untuk flur tambah semen di ruang belakang.

“Waktu itu saya minta untuk flur semen di ruangan belakang, namun mereka tidak merespon. Setelah itu saya mencoba minta beberapa seng lagi untuk menutup kerusakan seng rumahnya, namun mereka menjawab saya bahwa uangnya tidak ada lagi, jadi cukup sudah,” Kata Bertolomeus pemilik penerima bantuan ini meniru kembali yang dikatakan kontraktor tersebut.

Baca Juga :  Bengkel Motor 2000 Betun Buang Limbah Oli Bekas Sembarang, Lingkungan Terancam Virus

Atas dasar itu, Kontraktor dari CV. DAISULI dinilai melakukan pungutan anggaran atas pekerjaan bantuan rumah seroja yang di peruntukan bagi Bertolomeus Tahu.

Kontraktor Manek dan Direktur CV. DAISULI atas nama Sigit belum bisa dikonfirmasi hingga berita ini di turunkan.

Redaksi : Arro