Diduga Rumah Rehab Ringan Yustina Seuk di Desa Naas Yang dikerjakan Kontraktor CV. VALENTINO Ada Pungutan

Gambar Ilustrasi: Terlampir Foto://Agustina Seuk, Warga Penerima Bantuan Seroja, Rumah Rehab Ringan di Desa Naas, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka.

MALAKA, Kabar-Malaka.com – Proyek Rumah Bantuan Seroja dengan kategori Rehab ringan yang di peruntungkan bagi Yustina Seuk di Dusun Koreknor A, Desa Na’as, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka diduga ada pungutan biaya.

Rumah Rehab Ringan dengan total anggaran Rp.10.000.000-, itu sempat terjadi bentrokan antara warga penerima bantuan dan kontrak atas nama Abidin dari CV. VALENTINO.

Bentrokan itu terjadi saat ada pemeriksaan dari Pihak inspektorat malaka atas pekerjaan rumah bantuan tersebut.

Kendati demikian disampaikan Yustinus Seuk selaku penerima bantuan Rumah rehab ringan kepada media ini, Senin, (02/01/2023).

Dikatakannya, saat kedatangannya pihak pemeriksaan, Kontraktor Abidin dari CV.VALENTINO mengakui ke pihak inspektorat bahwa seng yang digunakan untuk rehab rumah agustinus mencapai belasan ketika ditanya.

Baca Juga :  Program Andalan Dua Putra Malaka Mencapai Target di Akhir Tahun 2022

“Waktu ada pemeriksaan pekerjaan rumah, Kontraktornya mengakui ke mereka bilang belasan seng. Tetapi sesuai yang saya tahu hanya 10 seng saja. Akhirnya saya bersama kontraktor sempat sambung mulut karena saya pertahankan kebenaran bahwa hanya 10 seng saja, sedangkan dia bilang belasan. Akhirnya dia juga ikut mengakui bahwa benar hanya 10 seng.,” Ungkap Warga penerima, Yustina Seuk.

Lanjut Yustina Seuk, bahwa setelah itu kontraktor tambah lagi dua (2) lembar sehingga semua genap 13 lembar seng.

“Jadi Seng itu 12 lembar, dan seng licinnya ada dua, semuanya delapan (8) meter, sedangkan chatnya ada dua warna, satunya mereka bawa utuh satu oker dan satunya hanya setengah pake saja,” Ujarnya.

Baca Juga :  Dinas Pertanin Provinsi NTT Dukung Pemda Malaka Untuk Musim Tanam Satu

Yustina Seuk juga menambahkan, semua pembelanjaan ini jika di kalkulasi semua tidak seberapa. Bahwasanya, uang 10 Juta tidak mungkin terpakai semua dengan seng belasan ini saja.

“Seng itu 12, dan kalau di tambah seng licin dua itu menjadi 14 lembar. kalau misalkan pakai harga 75rb per-lembar seng, berarti 14 seng ini dikenakan biaya sebanyak Rp.1.050.000-,. Sedangkan chat dua warna itu per-oker Rp.320.000, dan setengahnya palingan Rp.160.000 saja. Jadi dikalkulasi semua total anggaran dari 10 Juta itu, Mereka (kontraktor) hanya gunakan Rp.1.400.000 naik. Naik-naik Rp.1.500.000,- saja,” Rinciannya.

Sementara itu, Yustinus Seuk warga korban bencana penerima bantuan sempat bertanya kepada kepada kontraktor terkait sisa anggaran yang digunakan dan Kontraktor Abidin mengatakan anggarannya masih ada.

Baca Juga :  Empat Calon Kades di Kakaniuk Komitmen Pilkades Damai

“Saya tanya sisa anggaran juga, dan kontraktornya kasi tahu di saya bahwa uang itu masih ada sisa, tetapi hanya sisa satu juta (Rp.1.000.000) saja,” Pungkasnya.

Untuk itu, melihat dari progres rumah rehab ringan yang di peruntukan bagi Yustinus Seuk diduga dipungut oleh Kontraktor dari CV.VALENTINO.

Diketahuinya jumlah uang perbaikan rumah bantuan seroja kategori rusak ringan Rp10 juta. Namun proses pengerjaan tidak sesuai dengan jumlah anggaran yang ada. Sementara Kontraktor Abidin dari CV. VALENTINO belum merespon media ini hingga berita diturunkan.

Redaksi : Arro