Janji Kampanye Program Bupati dan Wabup Malaka SNKT Menjadi Nyata di Tahun 2022, Ini Buktinya!

Foto://Bupati dan Wakil Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H., M.H dan Louise Lucky Taolin, S.Sos

BETUN, Kabar-Malaka.com – Beberapa Program yang dikampanyekan Bupati dan Wakil Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H., M.H dan Louise Lucky Taolin, S.Sos tercapai menjadi bukti nyata di akhir tahun 2022.

Dalampantauan media, terdapat banyak Kemajuan Yang Dicapai  Bupati Dan Wakil Bupati Dr. Simon Nahak, SH, MH dan Louise Lucky Taolin, S.Sos di Kabupaten Malaka.

Banyak kemajuan yang di capai oleh kepemimpinan Dr. Simon Nahak, S.H., M.H dan Louise Lucky Taolin, S.Sos ini nyata, bukan sekedar menaiki popularitas tetapi kinerja kerja yang di capai oleh bupati dan wakil bupati saat ini mulai terasa dan nyata untuk kita simak.

Untuk itu, mari kita mengulas bersama sama untuk mengetahui apa saja yang telah di capai oleh kepemimpinan SN-KT di akhir tahun 2022, diantaranya:

*BERAS NONA MALAKA

Beras nona Malaka sesuai janji kampanye yg pernah ucapkan waktu sebelum menjadi bupati dan Wakil Bupati (Calon Bupati dan Wabup) Malaka, kita dengar begitu nyaring di ucapkan oleh bapak Dr. Simon Nahak, S.H., M.H dan Louise Lucky Taolin, S.Sos di depan ribuan masyarakat, akhirnya terwujud nyata.

Baca Juga :  Warga Kecamatan Tana Wawo Keluhkan Kondisi Jalan Kali Wajo Pu'u Re'a batas ende

Beras nona Malaka akhirnya di launching, awalnya tentu kita merasa susah untuk di capai, ternyata kepesimisannya kita semua terwujud, beras nona Malaka telah di launching, dan Malaka sudah bisa memproduksi sendiri beras yang disebut ‘BERAS NONA MALAKA’.

*KANTOR BUPATI

Ketika melewati jalan sekitar Malaka tengah, tentu kita di suguhkan pemandangan diatas bukit belakang RSPP betun, dengan tanah putih yang bertumpukan dan beberapa alat berat yang lagi mondar mandir di sekitar bukit yang bertanah putih.

Beberapa ratus pekerja sementara’ sibuk di sekitar area tersebut untuk pembangunan kantor bupati Malaka, yang pernah kita dengar sendiri bahwa ketika SN-KT naik menjadi bupati dan wakil bupati, beliau berdua akan membangun kantor bupati Malaka, yang begitu megah.

Tentu kita semua melihat apa yang sementara dikerjakan oleh para kontraktor, dalam hal membangun gedung rakyat yang disebut kantor bupati Malaka, yang beralamat di desa kamanasa, dusun labarai.

*KELANJUTAN KANTOR DPRD KAB. MALAKA

Pembangunan kantor DPRD Kabupaten Malaka merupakan program kerja pendahulu kita yang membangun kantor DPRD Kabupaten Malaka.

Baca Juga :  Seorang Istri di Malaka Menuding Suami Tidak Nafkahi Anak, Yuni Puji Astuti Dicari Polisi

Tetapi sayang kantor yang begitu megah ditinggalkan begitu saja oleh pemimpin terdahulu, yang menyajikan puing-puing dan tiang-tiang gedung yang transparan, seperti museum bunker peninggalan penjajahan.

Kini sudah tanpak megah dan kelihatan bahwa itu gedung DPRD Malaka. Semuanya itu karena perjuangan dan hasil yang dilanjutkan oleh Bupati dan Wakil bupati Dr. Simon Nahak, S.H., M.H dan Louise Lucky Taolin, S.Sos,.

Diketahui, gedung DPRD kabupaten Malaka dilanjukan oleh kepemerintahan  SN-KT yang dulu bunker museum (mangkrak), dan sekarang menjadi kantor.

Gedung DPRD kabupaten Malaka yang begitu megah ini nyata, ketika kita lalu lalang di sekitaran kota betun ibu kota kabupaten Malaka.

Disitu kita akan melihat gedung yang begitu besar berdiri kokoh pas di pusat jantung kota Malaka.

*PEMBERIAN INSENTIF KEPADA PARA FUKUN

Bupati dan Wakil Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H., M.H dan Louise Lucky Taolin, S.Sos membuktikan lagi salah satu janji kampanyenya kepada masyarakat berkaitan dengan adat istiadat yakni pemberian insentif kepada para fukun.

Bupati Malaka ketika dikonfirmasi terkait pemberian insentif fukun tersebut mengatakan, untuk kepentingan masyarakat harus kita buktikan.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Ferdy Rame Menilai Dakwaan yang dibacakan JPU Bersifat Prematur

Apalagi di hadapan publik kita sudah berjanji, makanya saatnya untuk membuktikan.

“Kita tidak hanya sekedar diskusi tapi sudah harus eksekusi. Intinya, rakyat harus dinomorsatukan. Kepentingan rakyat di atas segalanya. Bonum commune suprema lex,” kata Bupati Simon Nahak dari Kupang, Jumat, 16 Desember 2022.

Orang nomor satu di Malaka ini lebih jauh mengemukakan pemberian insentif kepada fukun merupakan satu gebrakan moral yang terwujud untuk Renu Rai Malaka.

“Kami lakukan semua ini demi memberikan jawaban pasti untuk menegakkan adat hakneter malu (menghargai sesama), haktaek malu dalam lingkaran sabete saladi yang menjadi satu kekuatan utama membangun daerah yang kita cintai ini,” tandas putra asal Desa Weulun, Wewiku ini.

Bupati yang selalu menekankan semboyan lebih baik eksekusi dari pada diskusi ini mengutarakan, komitmen untuk memberikan perhatian kepada para fukun.

“Ini merupakan satu kesadaran penuh bahwa membangun Malaka tidak bisa lepas dari filosofi 3 (tiga) batu tungku, yakni Allah, Adat dan Pemerintahan,” Pungkasnya

Reporter : Andry
Redaksi  : Arro