Bantuan Rumah Seroja di Desa Lamudur yang di kerjakan Kuasa Direktu CV. Monte Cristo diduga berkualitas buruk dan tidak sesuai spesifikasi

Kabar-Malaka.com – Pembangunan fisik rumah bantuan yang diperuntukkan kepada keluarga korban bencana alam Badai Siklon Tropis Seroja di Dusun Taelama, Desa Lamudur, Kabupaten Malaka, yang di kerjakan oleh Kuasa Direktur CV. Monte Cristo yang di pegang oleh Kalak yang di kenal dengan Bos Kardinal intu menjadi sorotan seorang warga terdekat.

Bangunan rumah bantuan pemerintah yang menelan anggaran sebanyak Rp.50.000.000 untuk setiap 1 unit rumah dengan kondisi rusak berat tersebut diduga berkualitas buruk dan banyak yang tidak sesuai spesifikasi.

“Banyak bagian bangunan yang tidak sesuai dan terkesan dibangun asal jadi,” ujar salah satu penerima bantuan, di desa lamudur pada media ini, Senin (03/10/2022).

Kata dia, warga banyak menemukan kejanggalan dalam pembangunan rumah bantuan tersebut. Dimana, besi tiang yang dipasang oleh pekerja itu besi yang nomor dua hingga kini menjadi bengkok di bagian trali jendelanya.

Baca Juga :  Mengenang Kisah Para Pahlawan, Bupati Simon Kukuhkan Peserta Paskibraka Kabupaten Malaka Tahun 2023

“Di rumah bantuan lain biasa tidak bengkok, tapi di rumah ini jadi bengkok. Pondasi juga tidak kuat, saya mencoba goyang pake tangan bisa tergoyang. Ini kita sudah tahu bahwa ini tidak kuat dan kita bisa lihat beai yang benkok dan tidak rapi. Padahal su cor mati,” sebutnya.

Sumber terpercaya yang namanya tidak mau disebutkan di media ini mengaku pernah menanyakan kepada pihak kuasa Direktur CV. Monte Cristo, akan tetapi Menurut, pembangunan sudah sesuai dengan bestek.

“Dia menyampaikan sudah seperti itu dalam gambar, namun saya masih ragu. Saya berharap rumah bantuan ini dibangun dengan sempurna dan tidak asal jadi,” harapnya.

Baca Juga :  Maju Pilkada Malaka 2024, Eks Bupati SBS Dihadang Sejumlah Kasus Yang Dilirik KPK

Informasi diterima media ini pada senin (03/10) siang tadi, bahwa kuasa direktur CV. Monte Cristo membangun rumah bantuan seroja ini dengan anggaran Rp 50 juta per unit.

Sementara kuasa Direktur CV. Monte Cristo membenarkan kepada warga, bahwa bengkoknya besi dan tergoyangnya coran tembok itu terdapat kesalahan.

Menurutnya, kesalahan itu dibuat oleh pekerja tanpa sepengetahuan dirinya sebagai kuasa direktur CV. Monte Cristo.

“Tukang yang memasang sendiri tanpa sepengetahuan saya. Saat ini sudah mau habis bangunannya,” katanya meniru kembali ucapan direktur .

Lanjut sumber terpercaya (Warga Penerima), Dirinya sangat kecewa. menurutnya, disekitaran mereka itu rawan banjir, jika dengan kualitas bangunan begini akan hancur kembali jika sekali diterpa banjir.

Baca Juga :  Gara-gara Sampah dan Tebar Aroma Bau Busuk Saluran Kota Betun, Kedua Penjual di PUJASERA Baku Hantam

“Kami disini rawan banjir, dan saat banjir arusnya sangat kuat. Jika bangunan rumah ini besinya tidak berkualitas dan kuat di tambah lagi dengan tembok yang tidak kuat ini pasti akan hancur ketika diterpa banjir satu kali saja,” Ucapnya penuh Kesal.

Dengan demikian, melalui pantauan media ini dinilai sangat buruk kinerja Kuasa Direktur CV. Monte Cristo alias Kalak yang di kenal dengan Bos Kardinal itu. Apa lagi sekarang musim hujan, tentunya warga takut akan hancurnya rumah tersebut ketika terjadi banjir.

Redaksi : Arro Bria

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.