Usai Membuka Kegiatan MPBAB GEMMA, Wabup Malaka Ungkap Pelaku Sejarah DOB Malaka

MALAKA, Kabar-Malaka.com – Wakil Bupati Malaka, Louise Lucky Taolin, S. Sos resmi membuka Kegiatan Masa Penerimaan dan Bimbingan Anggota Baru, Gerakan Mahasiswa Malaka (GEMMA) Kefamenanu, di Gedung Balai Desa Kapitan Meo, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, pada kamis (22/09/2022).

Louise Lucky Taolin adalah seorang politisi Muda Malaka-NTT yang saat ini menjadi wakil Bupati Malaka, Sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Malaka.

Politisi Muda ini mengungkapkan rasa syukur atas dirinya yang kembali dipertemukan dengan GEMMA melalui momentum kegiatan MPBAB di Desa Kapitan Meo. Semua ini kata beliau, bahwa momen ini menjadi Jawaban dari kerinduannya kepada GEMMA.

Foto Kabarmalaka.com://Wakil Bupati Malaka, Louise Lucky Taolin, S. Sos di Sambutan Kegiatan MPAB GEMMA di Desa Kapitan Meo, Kec. Laenmanen, Kab. Malaka

Dalam sambutan Wakil Bupati Malaka, Louise Lucky Taolin, S. Sos mengungkapkan puji syukur kepada Tuhan dan Leluhur Malaka, karena adik-adik GEMMA tiba di tempat tujuan kegiatan dengan keadaan baik dan sehat.

Baca Juga :  Natalia Ketmoen Terpilih Sebagai Ketua Presidium PMKRI Malaka Masa Bakti 2022-2023

Dengan Kerendahan hati, pemimpin 02 Malaka sekaligus Politisi Muda itu meminta semua adik-adik atau kader GEMMA untuk jangan malu memanggil dirinya dengan sebutan kakak, sebab dirinya sangat merasakan kenyamanan ketika di panggil kakak karena dirinya bangga memiliki keluarga dari GEMMA.

“Saya adalah keluarga kalian juga, dan Saya lebih tertarik ketika saya dan adik saling menyapa sebagai kaka beradik, karena saya bukan orang hebat, melainkan saya ada di tempat itu karena perjuangan kalian semua,” Pimpinan Partai PKB Malaka itu.

Baca Juga :  Kasus Dugaaan Pengedar Narkoba Yang Diringkus Polres Malaka Satunya ASN Itu Tidak Benar, Berikut ini Klarifikasinya

Kim Taolin sapaan akrabnya, pada kesempatan itu juga, Politisi muda Malaka-NTT ini mengungkapkan bahwa dirinya berada di tempat 02 Malaka karena sebagian Besar kader GEMMA bersama masyarakat malaka yang memberikannya tempat tersebut.

“Karena kalian juga saya ada pada tempat itu. Selain itu, Saya cukup mendengar dan cukup tahu siapa itu GEMMA? Seperti apa kontribusi GEMMA untuk Malaka? Sungguh sangat besar dan saya menjadi saksi kala itu di kabupaten Belu,” Ungkap Wakil Bupati Malaka sembari mengungkapkan sejarah pergerakan Para Pendiri dan Leluhur GEMMA yang dimana dengan basah, darah dan keringat yang tak mereka hiraukan demi Kabupaten Malaka yang harus di mekarkan dari belu betul-betul ada dan kokoh sampai saat ini.

Baca Juga :  Lanjut Tahap II Kasus Korupsi Bawang Merah Malaka, KPK Tiba di Kupang

Hal demikian menurut wakil Bupati Malaka bahwa, Kader-kader GEMMA saat ini harus menjejaki perjuangan para pendiri dan pendahulu untuk bergandengan tangan di kabupaten malaka demi memajukan kesejahteraan masyarakat Malaka kususnya dan Indonesia pada umumnya.

“Kader muda harus tetap dipriorotaskan, karena kalian adalah kader penerus estafet di kabupaten Malaka maupun di indonesia. Para senior kalian saksi sejarah untuk pemekaran kabupaten baru, dan atau Daerah Otonomi Baru (DOB) Malaka yang harus di mekarkan dari Kabupaten Belu. Jadi saya minta, harus belajar dari para senior kalian untuk menjejaki Gerakan dan pengetahuan itu.,” katanya.

Diakhir sambutan, wakil Bupati Malaka, sekaligus ketua DPC Partai PKB kabupaten Malaka itu mengajak kader GEMMA untuk menghargai proses selama tiga hari, demi terciptanya pribadi atau kader GEMMA yang handal, inovatif dan akuntabel.

“Terus berjuang, dan Selamat Berproses kader-kader GEMMA” pungkas Kim Taolin.

Redaksi : Arro Bria

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.