Unik, Ditengah Serangan Hama Seorang Petani Panen Jagung Dua Kali Setahun Sebanyak Ini!

SUMBA, Kabar-Malaka.com – Marta Wilu Wala panen Jagung hasil penanamanya sebanyak 13-20 Ton di tengah serangan Hama Belalang, di Desa Kori, Kecamtan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (17/9/2022).

Ketika ditemui Tim Media, Marta Wilu Wala menyampaikan, bahwa tahun ini hasil tanam mereka di serang hama belalang, walau demikian, mereka tetap tetap panen jagung tahun ini.

Hasil panen tersebut cukup banyak, semua ini karena kerja keras Ibu Marata Seoramg Ibu rumah tangga yang rajin memantau hasil tanamnya di kebun.

Di saat hasil penanamannya dalam keseriusan penyerangan hama belalang, ia pun terus menjaga dan merawatnya hingga sampai panen.

Alhasilnya, Tahun ini Marta panen jagung miliknya sebanyak 13-20 Ton. Luas tanah yang dikelolahnya 10 hektar sehingga ia bisa panen jagung 2 kali dalam satu Tahun.

Baca Juga :  Bupati Simon Nahak Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkup Kabupaten Malaka

“Kami selalu ritin ke kebun untuk menjaga atau mengantisipasi serangan hama, sehingga sampai hari ini kami panen jagung sebanyak 13-20 Ton. Luas Tanah kami 10 Hektar, kalau kondisini kesuburan tanah memungkinkan, kami bisa panen 2 kali dalam setahun,” Kata Seorang Petani Jagung ini.

Ia menjelaskan, bahwa dalam satu kali panen terdapat 13 Ton, sedangkan panen kedua diperkirakan bisa lebih dari hasil panen pertama yaitu 20 Ton.

Foto://Endri//Ibu Marta Ditengah Jagung Hasil Panennya.

“Sehingga dua kali panen ini bisa mencapai 33 Ton. Untuk mendapatkan hasil yang sangat banyak seperti ini harus benar-benar kerja serius, sehingga bisa mendapatkan hasil yang diinginkan. kalau kita main-main bekerja apalagi saat ini belalang menyerang hasil tani,” Ungkapnya

Dikatakannya, dalam proses pengolahan jagung tentunya butuh perawatan berupa Obat dan yang dihabiskan sampai panen.

“Ada beberap jenis obat yaitu supremo menghabiskan 1 setengah doss, Supratoks 1 setengah doss dan kayabas 1 doss,” Jelas Marta.

Baca Juga :  Gegara Ulah Oknum Yang Mengatasnamakan Relawan Partai PDIP, Ketua DPC Angkat Bicara

Menurutnya, sampai menuai hasil jagung hanya membutuhkan 2 kali penyemprotan, apa lagi sudah ada mesinnya.

“Sebelum ada mesin porak jagung kami sangat kelelahan, karena kita harus isi jagung bulat dalam karung baru kita sistim pukul. Itu salah satu cara yang kami lakukan sehingga bisa mempercepat,” Katanya lagi.

Sehingga kata marta, Puji Tuhan karena hasil proposal yang mereka ajukan ke Dinas Pertanian, dalam tahun ini mereka bisa mendapatkan bantuan mesin porak jagung dari dinas tersebut.

“Terimakasih kepada Dinas Pertanian, sehingga bisa menindaklanjuti Proposal kami hingga bisa dieksekusi, Sehingga sampai saat ini kami bisa menggunakan mesin porak jagung,” Ungkap Sang Petani Pertiwi itu.

Dengan kerendahan hati Dari Pimpinan Daerah melalui dinas terkait, dirinya sangat berharap bisa mendapatkan Hand Traktor untuk bisa mempermudah pengelolahan lahan, karena dari sekian banyak lahan yang dikerjakan sangat membutuhkan biaya yang banyak.

Baca Juga :  Kumpulan Pengacara Tapal Batas Pantas RI-RDTL Gelar Diskusi Pra May Day (Hari Buruh) Tahun 2023

“Semoga bisa diindahkan dinas Pertanian, untuk memberikan bantuan traktor lagi,” Pintanya

Selain itu, Marta juga meminta Pemerintah supaya jangan memperhatikan satu di antara sekian banyak petani di Kabupaten Sumba Barat Daya, akan tetapi bisa melihat secara keseluruhan.

“Kita berharap, supaya Pemerintah bisa memperhatikan semua petani di Kabupaten SBD. Itu pun Pemerintah bisa melihat petani yang serius mengelolah hasil tani sehingga harga hasil tani bisa sesuai harapan,” Tandasnya

Ia juga berharap, semoga tahun depan hama belalang bisa hilang sehingga saat ini apa yang menjadi traumatik masyarakat untuk berkebun bisa bangkitkan semngat mereka kembali.

“karena, dalam tahun ini hanya beberapa saja yang bisa panen jagung dan sebagian hanya pasra karena serangan hama belalang yang bertubi-tubi,” Pungkasnya

Reporter : Endri
Redaksi : Arro