Romo Hadiwijoyo Pendiri THS-THM Meninggal Dunia, Ini Kisah nya!

KUPANG, Kabar Malaka.com – Kabar duka bagi umat Katolik, pendiri THS-THM (Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria), Romo Martinus Hadiwijoyo, Pr dikabarkan meninggal dunia di RS Sint Carolus Jakarta, pada senin 29 agustus 2022, sekitar pukul 14.35 WIB.

Jenazah Romo Hadiwijoyo disemayamkan di Pusat Pastoral Samadi dan Misa Requim dilaksanakan selama tiga hari, dari hari Senin, selasa dan rabu 29-31 Agustus dalam waktu yang bersamaan, pukul 19.00 WIB. Sedangkan Misa Pelepasan dilakukan pada Kamis (1/9) pukul 08.00. WIB

Jenazah akan diberangkatkan ke Persemayaman Terakhir para imam Diosesan KAJ di Selapajang, Tangerang.

Diketahui, Almarhum Romo Hadiwijoyo adalah seorang imam Diosesan Keuskupan Agung Jakarta yang merupakan pendiri Tunggal Hati Seminari/Tunggal Hati Maria.

Baca Juga :  Sebanyak 174 Calon Pekerja Migran dari NTB Gagal Ke Malaysia, Ini Kata Padma Indonesia

Bagi komunitas THS-THM, Romo Hadiwijoyo adalah seorang pendekar gereja yang rendah hati dan konsen terhadap penggemblengan Orang Muda Katolik (OMK) agar makin militan, serta setia kepada Kristus, kepada Gereja Katolik Roma dan kepada orang tua.

Selain pencak silat, dalam THS-THM para peserta akan diajak juga untuk semakin akrab dengan kitab suci dan doa.

Melalui olah fisik dan kegiatan pendalaman iman dalam THS-THM ini, diharapkan OMK semakin bersemangat dan memiliki kegiatan positif yang beragam.

Romo Hadi lahir di Yogyakarta, 26 Februari 1947, dan ditahbiskan menjadi imam pada 4 Juli 1984 di Paroki Santo Fransiskus Xaverius Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pastor yang akrab disapa Romo Hadi itu adalah imam diosesan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ).

Baca Juga :  Indonesia Menjadi Satu-Satu Negara di Dunia Yang Memiliki Jalan Tol Terpanjang di Atas Air

Perjalanan panggilan imamat Romo Hadi, unik. Setelah lulus dari Seminari Menengah Mertoyudan tahun 1966, ia masuk ke biara MSF.

Namun, pada tahun 1974, ia keluar dari biara MSF untuk bekerja membantu orang tua. Baru tahun 1981, Hadi melanjutkan pendidikannya pada STFT Kentungan, Yogyakarta, hingga selesai tahun 1984.

la memiliki motto imamat, yaitu “supaya kamu pergi dan menghasilkan buah (Yoh 15: 16b)”.

Romo Hadi dan Romo Sandharma Akbar, Pr bersama lima pendekar lainnya tujuh dewan pendiri Tunggal Hati Seminari (THS) dan Tunggal Hati Maria (THM).

THS-THM adalah sebuah arus dari bela-diri Indonesia, pencak silat yang bernafaskan agama Katolik yang dirintis oleh Romo Hadi semenjak dia masih sebagai frater, pada tahun 1983.

Baca Juga :  Produk Pangan Lokal Kabupaten Malaka Menarik Para Pengunjung Pameran PDI Perjuangan di Jakarta

Memasuki tahun 1987, jumlah anggota THS-THM sudah mencapai lebih dari 2300 orang yang tersebar di kota-kota Jakarta, Yogyakarta, Surakarta, Wonogiri, Muntilan, Bandung, Lampung dan Banjarmasin.

Pada awal 1990-an, THS-THM merambah ke seluruh keuskupan Indonesia, termasuk di seminari dan sejumlah paroki di Flores, Timor dan Sumba.

Selain dikenal sebagai pendekar gereja yang rendah hati, Romo Hadi adalah kemampuannya untuk ‘menjaring’ anak-anak muda untuk menjadi imam atau suster melalui organisasi anak muda Tunggal Hati Seminari (untuk panggilan imamat), dan organisasi anak muda Tunggal Hati Maria (untuk panggilan suster).

Reporter : Andry
Redaksi : Arro