Rumah Bantuan Seroja Hampir Dua Bulan Tidak Lanjut Kerja, Salah Seorang Kontraktor di Malaka Diduga Manipulasi Tandatangan Si Penerima

Kabar-Malaka.com – Progres pekerjaan pembangunan rehab rumah dengan kategori rusak berat yang diperuntukkan bagi Benediktus Nahak Seran selaku korban bencana badai Seroja bulan April lalu di Dusun Taelama, Desa Lamudur, Kecamat Malaka Tengah, Kabupaten Malaka amburaduk dan lambat atau capaiannya masih rendah.

Terpantau media kabarmalaka.com, Bantuan Perumahan Seroja dengan Kategori rusak berat milik Benediktus Nahak Seran tersebut tidak sesuai kualitas.

Terlihat bangunan itu cornya tidak merata dan amburaduk terkesan mangkrak/tidak berjalan dari bulan juli hingga sampai sekarang.

Sudah hampir dua bulan perumahan bantuan seroja tersebut belum lanjut dikerjakan, pengecoran temboknya juga tidak merata. Sedangkan tembok bagian barat belum di cor sama sekali.

Dikonfirmasi Media ini, Jumat (19/08/2022), Benediktus Nahak Seran pemilik nama penerima bantuan perumahan seroja membenarkan, bahwa bangunan itu tidak berjalan, bahwasannya tukang yang mengerjakan rumah itu sudah di usir oleh kontraktor.

Baca Juga :  Diskominfo Malaka Selenggarakan Sosialisasi PPID Bagi Perangkat Daerah

“Semua tukang, kontraktornya sudah usir di bulan Juli (tujuh), dan sampai sekarang belum ada yang kerja. Padahal kami punya yang dikerjakan terlebih dahulu dari yang lain, akan tetapi yang lain sudah habis, kami punya belum habis karena tukannya sudah di usir,” Akuinya.

Sementara itu Anak dari Benediktus Nahak Seran membenarkan bahwa apa yang disampaikan bapaknya itu benar.

Ia mengungkapkan, bahwa selain itu kontraktor tersebut mendatangi keluarganya di rumah, dan pada saat itu bapaknya sedang mengikuti acara adat di luar daerah.

Dikatakan anak dari benediktus, bahwa setelah itu kontraktor menanyakan Bapak benediktus kepada anaknya, untuk hadir dan menandatangani sebuah surat.

Akan tetapi, Bapak Benediktus tidak ada. Sehingga dari kontraktor menayakan bentuk dan cara tandatangan Bapak Benediktus ke anaknya. Namun anaknya tidak mengetahui bagaimana bentuk dan cara tandatangan bapaknya.

Baca Juga :  Rapat Anggota DPC Peradi Atambua Pertahankan Single Bar system dan Tingkatkan Kualitas Advokat

“Yang dikatakan bapak itu benar. Dan waktu itu kontraktor datang dan minta tandatangan bapak, sedangkan bapak tidak ada, dan saya juga tidak tau bentuk dan cara tandatangan bapak seperti apa,” Ungkapnya.

Lebih lanjut anak Benediktus ini menjelaskan, saat itu mamanaya juga ada di TKP, sehingga pertanyaan kontraktor tersebut dijawab oleh mamanya.

“Bapak punya tandatangan bagaimana, hanya strep,”jawab singkat sang ibu kepada kontraktor.

Setelah itu kontrakto ambil pena dan strep di surat itu. Kemudian anaknya bertanya terkait apa yang sedang dilakukan kontraktor.

“Saya bertanya, pak strep apa disitu? Coba saya lihat! Tapi kontraktornya tidak kasi tunjuk di saya,” Tanya Anak dari benediktus.

Baca Juga :  Viral! Gegara ini, Seorang Cakades Umatoos RS Kena Buli di Medsos

Untuk memperkuat informasi, media mencoba memanggil belasan masyarakat setempat untuk bertanya siapa kontraktornya.

“Kontraktor namanya kami tidak tahu, karena kami tanya nama dia tidak kasi tahu kami, kami minta nomornya tidak mau dikasi, bahkan dia sampaikan di kami supaya kami tidak boleh kasi tahu orang lain ketika ada yang bertanya. Tetapi dia bawa motor biasa datang,” Kata anak Benediktus bersama beberapa warga setempat.

Selain itu, media coba mengonfirmasi lebih lanjut ke teman-teman kontraktornya. Akan tetapi beberapa kontrakto tidak tahu siapa kontraktor yang mengerjakan rumah Benediktus di Dusun Taelama, Desa Lamudur itu.

Hingga berita ini di turunkan, kontraktor tersebut belum bisa dikonfirmasi dan diketahui jejaknya.

Redaksi : Arro Bria