Target Bulan September Stunting di Malaka Turun 14%, Wabup Kim Taolin Minta Seluruh Kades Wajib Anggarkan DD 10%

KUPANG, Kabar-malaka.com – Usai menandatangani nota Memorandum of Understanding (MoU) atas percepatan penurunan stunting di daerah masing-masing, Wakil Bupati Malaka, Louise Lucky Taolin, S.Sos minta seluruh kepala Desa di Malaka anggarkan Dana Desa 10 persen untuk penangan stunting.

“Setiap Kepala desa harus mengalokasikan dana desa sebesar 10 persen untuk penangan stunting di masing-masing Desa,” Jelas Kim Taolin usai mengikuti kegiatan rekonsiliasi stunting tingkat Provinsi NTT do Hotel Asthon Kupang pada Kamis, (4/8/2022).

Ia mengaku rilis terakhir hasil penanganan stunting per Februari 2022 berada pada angka 18,9 % dari angka 21,5 % di tahun 2021. “Artinya bahwa selama ini Malaka ada perkembangan dalam percepatan penanganan stunting” Ungkapnya

Baca Juga :  Perempuan di Titik Nol; Pelacur Sukses Lebih Baik Dari Seorang Suci Yang Sesat

“Yang jelas bahwa hari ini kita menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) percepatan penurunan stunting maka harus lebih semangat lagi dalam penanganan,” Tegas wakil Bupati termuda NTT itu.

Kim Taolin optimis stunting Malaka di bulan september akan turun 14%. Untuk meyakini itu Setiap desa wajib merekrut nakes di desa antara lain tenaga gizi dan tenaga bidan atau perawat.

“Setiap keluarga diwajibkan tanam kelor dan menkonsumsi kelor sesuai perintah bapak wagub dalam kegiatan rekonsiliasi stunting tingkat Provinsi NTT,” Ujar Kim Taolin

Baca Juga :  Warga Kecamatan Tana Wawo Keluhkan Kondisi Jalan Kali Wajo Pu'u Re'a batas ende

Sementara ity, Wabup Kim Taolin meminta, validasi data secara menyeluruh di semua desa di Malaka kaitan dengan sasaran bayi, balita dan ibu hamil.

“Setiap ibu hamil wajib mengkonsumsi satu butir telur tiap hari demi mencegah stunting sejak dini,” Tandas Wabup Malaka.

Disamping itu, Wabup Malaka sepakat dengan Wagub NTT terkait perang melawan stunting. Buktinya bahwa Malaka sampai hari ini, angka stunting mulai turun dari 21,5 % bergerser ke 18,9% dan akan maksimal lagi pada bulan september mendatang.

Baca Juga :  Maria Fransiska Bria,S.Ak Siap Maju Caleg DPRD Dapil 2 Malaka Lewat GOLKAR

Politisi PKB itu mengatakan, upaya percepatan penanganan stunting di Malaka atas kerja sama dan kerja keras semua stakeholder Kabupaten Malaka sehingga pada Februari 2022 bisa mencapai angka 18,9%.

Tak hanya itu, Wabup Malaka juga meminta agar semua dinas terkait lebih fokus bekerja untuk mencapai target pada bulan september mendatang.

“Kita akan berupaya keras mendukung dinas terkait agar penanganan stunting di Kabupaten Malaka lebih Maksimal dan mencapai target,” Ketua DPC PKB Malaka sekaligus Wakil Bupati Malaka yang karib disapa Kim Taolin itu.

Sumber : Timor Berita
Reporter : Jho Kapitan