Daerah  

Mantan PPO PMKRI Anggap Masalah Bupati dan Wabup Malaka Sebuah Miskomunikasi

Ket Foto: Mantan Presidium Pengembangan Organisasi Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kefamenanu Santo Yohanes Don Bosco, Hendrianus Arro Bria, S. Ip.

Malaka,kabar-malaka.com – Mantan Presidium Pengembangan Organisasi Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kefamenanu Santo Yohanes Don Bosco, Hendrianus Arro Bria, S. Ip., menanggapi konflik permasalahan antara Bupati Malaka Dr. Simon Nahak dan Wakil Bupati Malaka Louise Lucky Taolin, S. Sos., hanya Miskomunikasi.

Ia menganggap, kejadian ini akan mencoreng nama baik Kabupaten Malaka di mata dunia, khususnya di mata publik Masyarakat Malaka. Pun itu bisa diatasi secara kusus antara kedua pimpinan wilayah, lantas masalah miskomunikasi antara kedua pihak adalah hanya masalah pribadi yang berefek pada beberapa mata kegiatan pelantikan yang dilakukan Bupati Malaka beberapa hari lalu tanpa wakilnya.

“Berita hoax yang dikeluarkan teman-teman media itu hanya ingin mencederai keharmonisan Bupati dan wabup Malaka.

Baca Juga :  Bupati Simon Apresiasi Dekranasda Bawa Kabupaten Malaka Raih Penghargaan Apkasi Otonomi Expo 2022

Harusnya teman-teman tak perlu memberitakan masalah pribadi kedua pihak karena itu masalah pribadi yang dimana bisa diselesaikan secara interen tanpa harus di publikasi media online,” Tutur Mantan Aktivis PMKRI Kefamenanu.

Arro Menilai, bahwa yang dikeluarkan teman-teman media itu hanya untuk mencederai persatuan dan kesatuan pimpinan wilayah kabupaten malaka karena munculnya isu para kandidat yang akan mencalonkan diri sebagai Bupati di bursa pemilukada pada periode yang akan datang.

“Teman-teman media harusnya mendukung Bupati dan wakil Bupati Malaka untuk terus taburkan kekuatan dalam membangkitkan kabupaten malaka melalu program prioritas mereka, bukan memecahkan keduanya dengan info dan isu yang tidak jelas hanya karena miskomunikasi. Itu masalah interen mereka, biarkan mereka selesaikan tanpa harus di publis oleh media,” Kata Mantan PPO PMKRI Kefa ini kepada media, Jumat (1/7/2022).

Baca Juga :  Ketua Senode GMIT Ebenhaezer Betun Sebut Malaka Ada Kemajuan di Masa Kepemimpinan Simon Nahak

“Media sebagai peran utama untuk kebangkitan sebuah daerah, bukan untuk mencederai pimpinan wilayah. Berita hoax ini dikeluarkan apa karena banyak isu bahwa akan ada beberapa kandidat yang maju mencalonkan diri sebagai Bupati di bursa Pemilukada di periode yang akan datang? sehingga media mencoba mempengaruhi publik agar memecehkan Bupati dan wakil bupati malaka dengan tagline SN-KT,” Tambahnya.

Arro Bria menerangkan, bahwa sebenarnya ini lebih kepada miskomunikasi antara Bupati dan wakilnya.

“Sehingga dari teman-teman Media harus melakukan komunikasi, advokasi, dan menghubungkan kedua pihak terkait, sehingga adanya kejelasan mengapa keduanya terjadi miskomunikas,” bunyi mantan Aktivis PMKRI ini.

Baca Juga :  Kresentia Calista Manek Ditunjuk Sebagai Pembawa Baki Bendera Merah Putih 2023 di Kecamatan Io Kufeu

Lanjutnya, kita berharap supaya teman-teman media bisa ambil jalan yang bisah menyatuhkan cinta dan keharmonisan kedua pimpinan Wilayah Kabupaten malaka dengan cara menanya dan mendekati kedua pihak. Supaya Aturan yang masih bersifat antisipatif tersebut seperti yang dimaksudkan “miskomunikasi” tak kembali terjadi.

Hal ini sempat membuat khawatir masyarakat Malaka dan merugikan kedua pihak pimpinan wilayah. Tindakan itu dinilai telah mencoreng citra persatuan dan kesatu Bupati dan wabup Malaka di Mata Publik, khususnya Citra Wilayah Kabupaten Malaka.

“Bukan hanya (merugikan Kedua pihak) menurut saya, (tetapi) merugikan citra Kabupaten Malaka,” kata Mantan PPO PMKRI Kefamenanu, Arro Bria.