Daerah  

Milenial NTT Minta Pemda Lembata Atasi Air Bersih Dilokasi Perumahan Relokasi Tanah Merah, Waisesa dan Ponu

Ket Foto: Milenial NTT

Lembata,kabar-malaka.com- Sejumlah warga yang kini menetap di lokasi perumahan relokasi Tanah Merah dan Waisesa mengalami kekurangan air bersih.

Di lansir dari media kumparan, warga relokasi mengaku, air bersih yang selama ini mereka gunakan tidak steril sebab berasal dari sumur bor.

Ada tiga lokasi relokasi perumahan yang dibangun pemerintah pusat yakni, lokasi Waisesa, Podu dan Tanah Merah.

Menanggapi hal ini, Generasi Milenial NTT Kupang pun angkat bicara. Jumat,17/06/2022.

Delik watun salah satu anggota Generasi Milenial NTT Kupang,yang juga merupakan warga relokasi asal desa Waimatan menuturkan bahwa,benar warga menggunakan air dari sumur bor yang dibangun oleh PT Adhi Karya akan tetapi zat kapur dari Air tersebut terlalu tinggi sehingga tidak baik untuk di konsumsi.

Baca Juga :  Diduga Aniaya Dua Siswa, Advokat Malaka Desak Kadis P&K Copot Oknum Kepsek SDI Bora

“Air yang dipakai oleh warga memiliki zat kapur yang tinggi sehingga tidak layak dan tidak sehat untuk di konsumsi oleh warga,untuk itu kita berharap ada langkah konkrit dari pemda lembata untuk bisa menyelesaikan masalah ini”,ujar delik.

Sambungnya, “Air tersebut juga di pakai warga untuk kebutuhan mandi, cuci bahkan ada yang rutin untuk dikonsumsi kasihan”,tandasnya.

Hal senada juga di sampaikan oleh Muhamad Belalong yang juga merupakan warga relokasi asal desa amakaka yang sekarang berdomisi sebagai mahasiswa di kota kupang, dirinya membenarkan bahwa, ada pengeluhan warga relokasi di Waisesa, juga mengeluh soal air bersih,dan berharap bisa di siasati oleh pemda lembata.

Baca Juga :  Tepati Janji Kampanye, Bupati dan Wabup Malaka Launching Mobil Pelayanan Kependudukan

“Muda-mudahan ada langkah yang di ambil dari pemda lembata untuk menanggulangi masalah ini,kita sangat berharap agar warga bisa mendapatkan air bersih secara sehat dan layak”,ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Milenial NTT Kupang,Hendra Langoday kepada media menuturkan bahwa,harus bisa di selesaikan oleh pemda lembata dan tentunya untuk kepentingan warga yang di lokasi di tiga titik yakni Podu,Waisesa dan juga Tanah Merah.

“Warga banyak yang mengeluh soal air bersih yang lainya masih bisa di atasi tetapi yang paling mendasar adalah air,dan tentunya pemda lembata harus ambil langkah untuk melihat hal ini,kita punya harapan besar ada di tangan pemda lembata ,kasihan para warga yang di relokasi ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga”,jelasnya.

Baca Juga :  PMKRI Cabang Kefamenanu Gelar Kegiatan Temu Akrab

Sambungnya, ” lebih baik pemda lembata menyalurkan air bersih PDAM untuk di konsumsi oleh warga relokasi sebab air bersih sumur bor yang di konsumsi warga saat ini tidak sesuai standar kesehatan”,tutupnya.

Mereka juga mendesak pemda lembata agar warga relokasi diperhatikan secara khusus sebab setelah dilanda bencana badai seroja, banyak warga yang kehilangan harta bendanya.

Untuk diketahui bersama bahwa pasca badai banjir seroja banyak warga terdampak juga kehilangan mata pencaharian sampai sekarang.