Kasus Calon Kades Tesi Ayofanu Diduga  Ancam Membunuh Wartawan, Jadi Antensi Polres TTS

Reporter : */Tim Editor: Redaksi
Ket Foto: Kapolres TTS AKBP I Gusti Putu Suka Arsa.S.I. K

Soe,kabar-malaka.com- Salah satu calon Kepala Desa Tesi Ayofanu Kecamatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Yunus Liu (YL) dilaporkan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Wilayah Amanatun Selatan- dan Polsek Kie Kepolisian Resort (Polres) TTS.

Saat ini menjadi atensi Polres TTS, karena (YL) diduga menghalangi/menghambat kerja wartawan, bahkan mengancam membunuh wartawan media online berita-cendana.com, ST saat sedang meliput proses seleksi pencalonan Kepala Desa Tesi Ayofanu pada Selasa, 24 Mei 2022).

Demikian disampaikan oleh Kapolres TTS AKBP I Gusti Putu Suka Arsa.S.I. K via WhatsApp pribadinya pada hari Sabtu, 28/05/2022 bahwa Kasus tersebut menjadi atensi Polres. Dan Dirinya perintahkan Kapolsek untuk limpahkan ke Polres.

Menurut Kapolres TTS bahwa telah menghubungi Kapolsek Amanatun Selatan dan Kapolsek Kie untuk segera di atensi, dan menarik Kasus pengancaman wartawan untuk di urus di Polres TTS. “Dimonitor kaka, saya sdh (sudah) hubungi Kapolsek untuk segera di atensi. Monitor kaka. Nanti kita tarik ke Polres saja kaka,” jelas Kapolres TTS itu.

Baca Juga :  Diduga Kuat Ketua Kelompok Tani Loim Het Fen Menyalagunakan Hand Traktor Milik Dinas Pertanian Kab. TTS

Lanjutnya Kapolres TTS  bahwa,  Kapolsek segera limpahkan kasus tersebut ke Polres TTS “Saya sdh(sudah) perintahkan Kapolsek langsung limpahkan ke polres saja,”
Melalui atensi Kapolres TTS maka kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Kepolisian Resort ( Polres ) TTS. Pada tanggal 30 Mei 2022, jelasnya.

Selain itu  wartawan ST kepada media ini bahwa Polres TTS melalui Kasat Reskrim IPTU HELMI WILDAN, S.H telah meminta keterangan korban untuk menemuinya di Polres TTS,  demi kepentingan kronologis kejadian tersebut. Pada tersebut Penyidik Reskrim Polres TTS, memberikan surat panggilan kepada para saksi yang menyaksikan langsung Yunus Liu mengancam wartawan ST. Saksi mata yakni saudara Yoksan Nomleni dan Frengky Banu, jelasnya.

Baca Juga :  Sejarah Kota Soe

Wartawan ST menyampaikan  bahwa YL harus segera diproses kasus, karena kasus tersebut sudah 2 (dua) Minggu, tetapi pelaku belum dipanggil dan diperiksa, ada apa?… pelaku jelas sudah mengancam untuk bunuh wartawan. Jika dibiarkan terus menerus dan terjadi hal yang tidak diinginkan siapa yang akan bertanggung jawab, maka ia minta pihak Kepolisian Resort (Polres) melakukan tugas sesuai dengan aturan yang berlaku, tegas wartawan ST.

Kasat Reskrim TTS kepada Tim media ini  via  WhatsAppnya pada hari Senin, 06/06 bahwa “Utk (untuk) laporan yg (yang) dimaksud, Penyidik sudah ambil keterangan thd (terhadap) Korban. Sedangkan utk (untuk) saksi2 (saksi-saksi)  yg (yang) awalnya dijadwalkan tgl (tanggal) 3 Juni diambil keterangan namun minta ditunda di tgl (tanggal) 7 Juni 2022, krn (karena) di hari yg (yang) sama (tgl 3) saksi2 (saksi-saksi) berhalangan utk (untuk) ambil kelulusan anak di sekolah,” tulisnya

Baca Juga :  Kisah Pilu Korban Pembunuhan Anak di Makassar mengegerkan publik

Menurut Kasat Reskrim IPTU HELMI WILDAN bahwa Surat panggilan untuk saksi-saksi dikirim dan sebenarnya saksi-saksi diperiksa pada tanggal 3 Juni, namun para saksi masih berhalangan dengan mengambil kelulusan anak sekolah sehingga ditunda lagi ke tanggal 7/06 baru bisa periksa saksi, jelasnya.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.