Daerah  

Penjemputan Jenazah Piter Koli di Kabupaten Malaka NTT Berujung Ricuh

Reporter: */TimEditor: Redaksi

Kupang,kabar-malaka.com- Penjemputan Jenazah Piter koli di Malaka dihadang sekelompok oknum dan Berujung ricuh. Awal kejadian bermula saat rombongan penjemput jenazah yang akan menjemput jenazah almarhum Piter Koli yang akan di bawa ke ruma duka Alas, Kecamatan Kobalima Timur, tetapi dalam perjalanan menuju Betun terjadi tawuran massa, tepatnya dalam perjalanan sampai di Solo Wematek. Tikungan dekat mata air,

Ada beberapa oknum yang berada di suatu tempat, seperti bengkel, di pinggir jalan, sesuai informasi saudara pada saat penjemputan bahwa mereka melakukan agresi atau serangan terdahulu sebagai biangnya provokasi.

Hingga beberapa keluarga mengalami luka karena benturan benda tumpul dari oknum yang tidak dikenal. Maka mulailah terjadi reaksi massa secara timbal balik, berbagai korban dan kerusakan tanpa terkontrol secara kasat mata.

Baca Juga :  Selesai Ops Patuh Turangga, Puluhan Kendaraan Berhasil Tertahan Dipolres TTS Kasat Natonis : Masyarakat Tetap Patuh Aturan Berlalu Lintas

Terlepas dari kericuhan tersebut pihak keluarga korban melakukan pengaduan kepada aparat militer di kompi kada untuk memberikan pengamanan yang total kontrol agar situasi aman kondusif.

Menurut salah satu saksi Andre yang berada di lokasi kejadian menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi saat ia beserta keluarga dan beberapa kerabat yang akan hendak menuju ke arah Betun untuk menjemput jenazah yang telah di bawa oleh ambulance dari arah Kupang, ketika melintas di jalan Solo Wematek Desa Lakekun, terjadi pelemparan batu.

“Awal dalam perjalanan ke cabang Webua itu sesampainya di Sisiren kita aman-aman saja.
Tetapi setelah sampai di arah Solo Wematek Desa Lakekun, sekitar jam 14:30 wita, beberapa oknum sudah menunggu kami di beberapa rumah yang berada dipingir jalan raya, dan tiba-tiba langsung mengayunkan batu, dan mengenai salah satu keluarga.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka sobek di kepala bagian sebelah kiri “Ungkap salah satu keluarga korban.

Baca Juga :  PAUD Nunoni Desa Meusin yang dikelolah oleh Agustinus Benu diduga Mubasir

Terlepas dari kejadian pelemparan itu kami pihak keluarga langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Malaka dan selanjutnya aparat dari kepolisian melakukan pengawalan. petugas kepolisian disiagakan untuk mengawal penjemputan dan pengantaran jenazah dari keluarga almarhum. “Ungkapnya.

“Setelah kejadian kami langsung menuju ke Kompi Kada, kami semua berkumpul dan menuggu aparat Kepolisian dari Polres Malaka, yang sebelumnya telah di hubungi untuk dampingi kami, dan kemudian kami jemput beberapa keluarga yang masih di tempat kejadian di Solo “ujar salah satu korban.

Baca Juga :  Pemda Malaka Resmi Umumkan BST Kepada Pelajar SMA/SMK dan Mahasiswa

Akan tetapi seiring bergulirnya waktu dan situasi, dimana saat mobil ambulans membawah jenasah sekalipun namun kubu kubu dari organisasi yang diduga selalu melakukan provokasi dan agresi sepanjang titik lokasi perjalanan.

Titik solo wematek juga terjadi lemparan seperti hujan batu, titik Sisiren yang di tikungan mata air juga dilempari batu hingga aparat polisi dan tentara selalu memberikan pengawalan sampai titik Namfalus, Desa Rainawe barulah terjadi peringkusan atau pembekukan atas oknum atau pelaku pelemparan batu itu dari aparat keamanan antara polisi dan tentara terhadap anggota Persaudaraan Setia Hati Terate sebagai pelaku tersebut.

Bahwa sepanjang perjalanan dari keluarga korban untuk kembali pulang ke Alas Kobalima Timur ini selalu dihujani niat anarkis atau brutal karena lemparan batu.