BEMNUS Wilayah NTT, Soroti Kenaikan Harga Pertamax dan Wacana Kelangkaan Pertalite

Kupang,kabar-malaka.com-Kordinator Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) Menyoroti terkait Kenaikan harga Pertamax dan wancana kenaikan dan kelangkaan Pertalite mempertontonkan ketidak berdayaan Pemerintah Indonesia.

“berkaca pada kondisi ekonomi masyarakat saat ini, pasca di landa Covid-19 yang berkepanjangan menyebabkan krisis ekonomi serta hancurnya UMKM karena sangat sulit bersaing.

Demikian yang disampaikan Oleh Korda BEM Nusantara Wilayah NTT Willibaldus C. Orlando Kepada media ini, Sabtu 02 /04/2022

Baca Juga :  Kecelakaan Maut, Pelajar SMAN Meninggal di TKP Usai Pulang Dari Upacara Bendera

Ditengah masyarakat membutuhkan Pemerintah Indonesia saat ini, masyarakat di hadapkan dengan formula kenaikan harga BBM Pertamax di tengah kelangkaan Pertalite serta penghilangan Premium.

Ini tentunya tidak sesuai dengan wacana Pemerintah mengajak masyarakat untuk memulihkan ekonomi, seperti mencekik dikala susah kenaikan BBM jenis Pertamax, kelangkaan Pertalite dan penghilangan Premium sangat disayangkan oleh BEM NUSANTARA Wilayah NTT ,”Ungkap Wily

Baca Juga :  Bupati Malaka Terima Penghargaan Universal Health Coverage Award Dari Wakil Presiden RI

Pemerintah mempertontonkan ketidakberdayaan dan ketidak mampuan Pemerintah untuk hadir ditengah masyarakat Indonesia.

Kenaikan harga Pertamax, kelangkaan Pertalite serta Penghilangan Premium dapat berimbas pada seluruh sektor. Maka dari itu BEM Nusantara Wilayah NTT meminta pemerintah untuk mengembalikan UU 8 tahun 1971,”

Lanjutnya, Melihat bahwa ini impact dari IPO nya Pertamina sehingga PSO tidak dapat lagi di topang karena Subholding Pertamina wajib Untung,

Baca Juga :  Tri Natalia Urada Resmi Melantik DPC PMKRI Cabang Malaka Periode 2022-2023

“Pemerintah wajib memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini belum stabil.

Willibaldus C. Orlando juga berharap, pemerintah dapat memperhatikan aspek-aspek kebutuhan masyarakat diantaranya adalah BBM yg murah, Maka dari itu Kami BEM Nusantara meminta pemerintah hadir di tengah masyarakat.