Daerah  

Gelar Kegiatan Aksi Nyata OMK KBG Santa Maria Beri Sumbangan Untuk Gereja dan Masyarakat

Lembata,kabar-malaka.com-Orang Muda Katolik (OMK) KBG Santa Maria dari Fatima, Lingkungan Santu Paulus, Paroki St. Fransiskus Asisi Lamahora, Gelar Kegiatan Aksi Nyata untuk membantu memberikan sumbangan positif bagi kehidupan menggereja dan bermasyarakat bagi sesama OMK sesuai dengan Tema APP Minggu kedua, Sabtu 19/03/2022 di daerah Tujuh Maret Kota Lewoleba

Paulus Geradus Hurint Ketua KBG Santa Maria dari Fatima Kepada Media ini mengatakan bahwa hidup dalam kegelisahan dan penuh keresahan telah memaksa hati seseorang untuk berjuang menepis semua anggapan bahwa hidup ini tidak hanya mengandalkan orang lain, tapi kita harus bangkit dan berjuang sendiri serta mandiri dalam mempersiapkan kehidupan baru yang lebih baik. Belajar untuk bersabar dengan cara yang paling baik adalah solusi terbaik dari segala arah datangnya persoalan hidup yang pelik dan rumit.

Dewasa ini OMK (Orang Muda Katolik) telah banyak memberikan sumbangan positif bagi kehidupan menggereja dan bermasyarakat. Namun disisi lain OMK masih membutuhkan banyak perubahan dan perbaikan yang lebih nyata. Tema minggu II APP 2022 Keuskupan Larantuka “Menjadi Sahabat Sepeziarahan Orang Muda Katolik” telah menyadarkan dan mengajak OMK KBG Santa Maria dari Fatima, untuk menjadi sahabat sepeziarahan untuk memperoleh kesempurnaan hidup dalam Yesus, UngkapNya

Baca Juga :  Ada Kecurangan dan Ruang Gelap Dari GMNI Dalam Seleksi Komisioner BAWASLU di NTT

Lanjutnya, Paus Fransiskus pernah mengatakan bahwa orang muda bukan lagi anak-anak, melainkan mereka adalah masa kini Allah. Masa mudah adalah masa penuh rahmat dimana Allah memberikan berkat, semangat, energi, kreativitas dan keceriaan. Orang muda mulai memikul tanggung jawab yang berbeda dengan berpartisipasi bersama orang dewasa lainnya. Oleh karena itu orang muda tidak dapat berjalan sendirian, mereka membutuhkan sesama yang lain, khususnya keluarga dan sesama orang muda, sebagai sahabat dalam peziarahan hidupnya.

Di bawah kepemimpinan Ketua KBG Santa Maria dari Fatima, Lingkungan Santu Paulus, Paroki St. Fransiskus Asisi Lamahora, bapak Paulus Geradus Hurint dalam kegiatan katorde pada minggu kedua di tingkat KBG telah menegaskan bahwa perlu adanya bimbingan dan dorongan yang dimulai dari dalam keluarga (orang tua) di rumah untuk memberikan pemahaman yang postif kepada anak-anaknya bahwa orang muda adalah masa kini dan masa depan gereja.

Baca Juga :  Dinas Pertanin Provinsi NTT Dukung Pemda Malaka Untuk Musim Tanam Satu

Gereja membutuhkan orang muda dan orang muda membutuhkan gereja. Oleh karena itu perlu ada ruang pendampingan khusus bagi OMK yang harus dibangun mulai dari tingkat KBG sehingga OMK bisa tumbuh dan berkembang secara baik dalam iman dan karakter, demikian ungkap beliau.

Sebagai wujud nyata dalam bentuk aksi, bapak Paulus Geradus Hurint bersama umat dan OMK KBG Santa Maria dari Fatima melakukan kunjungan sekaligus memberikan kekuatan dan bantuan langsung bagi sesama sahabat OMK yang saat ini tengah mengalami kegelisahan dan keresahan hidup.

Kehidupan yang tenang dan nyaman, belum tentu menghasilkan kepribadian yang baik dan bijaksana, karena kesulitan dan tumpukan berbagai permasalahan yang berat selalu menghantui ketahanan diri anak-anak OMK kita.

Oleh karena itu dibutuhkan adanya pendampingan dan ketangguhan dalam diri untuk bangkit berjuang melawan berbagai hantaman badai kehidupan ini.

Baca Juga :  Tersandung Kasus Korupsi Dana Desa, Kepala Desa dan Bendahara Ditetapkan Sebagai Tersangka

Apabila perjuangan hidup yang berat dapat dijalani dengan penuh kekuatan dan ketabahan hati, maka dapat menghasilkan berbagai inspirasi kehidupan baru yang lebih berkualitas sehingga menjadi teladan yang baik bagi orang yang lain.

Socrates, seorang filsuf kenamaan dalam refleksi pribadinya tentang hidup, pernah berkata demikian “Kenalilah dirimu sendiri, karena hidup yang tak direfleksikan, tak layak dihidupi”.

Itulah sebabnya, Socrates berjalan sendirian mengeliling kota Atena, sambil mempertanyakan kesejatian dirinya yang bermuatan kasih. Akhirnya, ia cuma mampu berkata demikian : “Orang tak bisa memandang dirinya sendiri. Yang bisa melihat dirinya hanyalah orang lain.

Dan orang bisa melihat diri orang lain, mengandaikan bahwa ia sungguh terlibat dan mengenal secara pribadi orang lain tersebut dari dekat”.

Dan diakhir refleksinya, Socrates menyimpulkan bahwa kasih itu menjadi abstrak apabila tidak dibuktikan dalam tindakan. “isi hati sesorang tak dapat dilihat, namun isi hati sesorang tersebut hanya dapat diketahui lewat pengucapan kata dan tindakannya”.”tutur Paulus Geradus Hurint